BANYUMAS, HELOINDONESIA.COM - Pada era digital yang terus bergerak cepat, Pemerintah menekankan pentingnya strategi pembangunan berkelanjutan yang terintegrasi dengan antisipasi perubahan teknologi dan kesiapan sumber daya manusia.
Hal ini menjadi salah satu pesan utama Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN, Prof Budi Setiyono, SSos MPolAdmin PhD, dalam agenda sarasehan yang dihadiri para Remaja Generasi Berencana (GenRe) dan Penyuluh KB, berlangsung di Pendapa Sipanji, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat 13 Juni 2025.
Baca juga: Tim Dosen FH USM Beri Penyuluhan Hukum ke Warga Penggaron Lor
Dalam sarasehan yang digelar menyongsong peringatan Hari Keluarga Nasional 29 Juni 2025 itu, Prof Budi mengingatkan bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 tak bisa dilepaskan dari kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman. Termasuk revolusi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang berlangsung sangat dinamis.
“Kita semua punya tanggung jawab untuk menyiapkan generasi muda, terutama mereka yang akan menjadi pelaku utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tapi itu tidak akan tercapai tanpa rencana strategis yang matang dan kesiapan menghadapi dampak teknologi,” ujar Sesmen Prof Budi.
Prof Budi menyoroti bahwa perkembangan teknologi selalu datang dalam dua sisi: potensi positif dan risiko destruktif. AI, misalnya, bisa mempercepat proses analisis data, produksi, hingga pelayanan publik. Namun, di sisi lain, dapat membuat manusia terlalu bergantung dan kehilangan kemampuan berpikir kritis serta daya gerak alami.
“Teknologi, termasuk AI, punya potensi luar biasa. Kita bisa manfaatkan untuk mempercepat analisis dan efisiensi proses produksi dan layanan. Tapi juga ada sisi negatif seperti pemalasan motorik di dalam melakukan proses secara natural karena terlalu relay on technology, terlalu bergantung pada teknologi AI itu, sehingga otak kita itu tidak dipakai secara intuitif untuk berpikir,” ujar Prof. Budi.
Menurut Prof. Budi, langkah konkret yang harus segera dilakukan adalah menyusun peta jalan di semua level pemerintahan. Ini mencakup identifikasi kebutuhan pekerjaan masa depan, pemetaan kompetensi yang relevan, serta pelibatan masyarakat dalam proses transisi.
“Setiap daerah perlu menyusun sendiri strategi mereka. Pemerintah daerah harus bisa mengantisipasi munculnya jenis-jenis pekerjaan baru dan mempersiapkan SDM-nya sejak sekarang. Jangan sampai terjebak pada keterampilan lama yang sudah tidak relevan,” tegasnya.
Baca juga: Merpati Tak Pernah Ingkar, Edy Hibah Kantor Rp13 Miliar
Pemerintah, lanjut Sesmen, tengah membuat grand design pembangunan keberlanjutan dan peta jalan agar proses transformasi ini tidak meninggalkan satu pun kelompok masyarakat.
“Inilah saatnya kita menanamkan nilai hidup yang terencana, adaptif, dan berorientasi masa depan. Generasi muda bukan sekadar penonton, mereka adalah aktor utama perubahan,” tutupnya.
*Forum GenRe
Dalam kesempatan yang sama, sambutan Bupati Banyumas, Drs Sadewo Tri Lastiono, yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda, Djoko Setiyono SSos, CGCAE, mengatakan bahwa Forum GenRe sangat strategis dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Terutama dalam mempersiapkan generasi muda kita agar tumbuh secara optimal baik fisik maupun spiritual,” ungkap Djoko.
Pemerintah Kabupaten Banyumas juga menekankan pentingnya literasi dan keterlibatan remaja dalam isu lingkungan dan sosial.
“Kita juga menyadari tantangan yang dihadapi semakin kompleks di tengah pemajuan teknologi informasi bahwa sebentar lagi Internet of Things juga memasuki versi yang ke enam,” tandasnya. (Aji)