KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Terus berupaya agar tanggul Kali Bodri segera diperbaiki, ribuan warga yang didominasi emak-emak warga Desa Kebonharjo dan sekitarnya bersama Forum Peduli Tanggul Kalibodri (Petak Bodri) melakukan "Aksi Kliwonan Doa Bersama 5.000 Korban Terdampak Banjir Kali Bodri, Jumat 1 Gustus 2025.
Aksi keprihatinan doa bersama ribuan korban terdampak banjir bandang akibat jebolnya tanggul Kali Bodri pada Januari 2025 silam ini sebagai bentuk menyuarakan aspirasi lantaran tanggul tersebut kondisinya semakin kritis dan memerlukan perbaikan sesegera mungkin agar peristiwa banjir bandang tidak terulang kembali.
Baca juga: Bersatu Siaga, Warga Kedunggading Kendal Usulkan Jembatan Penghubung yang Belum Terealisasi
Aksi dihadiri oleh Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah Gunawan Sudarsono, Kepala Dinas PUPR Kendal, Sudaryanto, Kepala Baperlitbang Kendal Izzuddin Latif, Anggota DPRD Kendal Sulistyo Ari Wibowo dan Khasanudin.
Selain doa bersama, dalam aksi tersebut juga dibacakan pernyataan sikap dari para warga oleh Koordinator Forum Petak Kali Bodri, Arif Fajar Hidayat yang diiringi teriakan para warga agar tanggul Kali Bodri segera diperbaiki.
Arif menegaskan, bahwa pada 21 Januari 2025 silam, sungai Bodri yang melintasi Kecamatan Patebon tepatnya di Desa Kebonharjo mengalami jebol karena limpasan air dari Bendung Juwero.
"Pada waktu itu ketinggian air yang masuk ke pemukiman mencapai 2 meter. Banjir tersebut menghempaskan apapun yang dilaluinya. Fasilitas pendidikan, kesehatan, ekonomi lumpuh total selama beberapa pekan. Kerusakan berupa rumah roboh, sawah pertanian, kematian hewan ternak, alat elektronik, dokumen berharga dan harta benda lainnya mencapai miliaran ditambah trauma psikologis masyarakat yang sampai sekarang belum sembuh," ujar Arif.
Masalah Serius
Ia menambahkan, selepas jebolnya tanggul Kali Bodri juga menyisakan masalah yang serius. Ada beberapa titik yang akhirnya menjadi tanggul kritis. Diantaranya tanggul yang jebol sepanjang 15-20 meter dalam kondisi yang kritis dan longsor karena perbaikan pada waktu itu bersifat sementara dan hanya kuat selama 6 bulan.
"Kemudian sebelah utara tanggul Kebonharjo yang berada di Wilayah Desa Cepiring mengalami sedimentasi yang cukup parah, dan sebelah barat tanggul yang jebol juga mengalami kerusakan yang parah," paparnya.
Arif menuturkan, kondisi tersebut membuat warga ketakutan dan trauma apabila tanggul tersebut jebol kembali. Lantaran dalam siklus tahunan ada momen dimana limpasan air kali bodri berada di kisaran 350-400 meter.
Baca juga: Tim USM Sosialisasikan Pentingnya Legalitas Usaha dan Sertifikasi Halal bagi UMKM
Ia berharap, melalui forum ini dapat membuka pintu hati pemangku kebijakan agar dapat segera melakukan percepatan penanganan tanggul Kali Bodri dengan normalisasi aliran air atau pengerukan sedimentasi dan penguatan tanggul yang kritis atau diperbaiki permanen.
"Penanganan tanggul Kali bodri merupakan kondisi yang sifatnya prioritas dan harus ditangani. Karena ini sudah menyangkut nyawa warga yang berada di aliran sungai kali bodri. Jangan sampai ada korban lagi. Ini adalah soal keberpihakan. Melalui forum ini kami menuntut perbaikan tanggul Kali Bodri," tegasnya.
Kepala Dinas PUPR Kendal, Sudaryanto yang mewakili Bupati Kendal menyampaikan, bahwa Pemkab Kendal tidak mempunyai kewenangan terhadap sungai Kali Bodri. Tetapi Pemkab Kendal terus mengupayakan dengan berkoordinasi dengan Pusdataru Jateng untuk perbaikan tanggul tersebut.
"Dari Pusdataru Jawa Tengah kemarin sudah menyampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Kendal bahwa di bulan Agustus ini akan ada perbaikan tapi hanya tanggul yang kritis tersebut. Mudah-mudahan itu bisa terealisasi agar nanti saat musim hujan tiba warga bisa tidur nyenyak," kata Sudaryanto.
Kirim Surat ke Gubernur
Sudaryanto juga menyebut, Pemkab Kendal telah berkirim surat pada April 2025 ke Gubernur Jawa Tengah untuk melaporkan sejumlah titik rawan di tanggul Kali Bodri yang memerlukan penanganan oleh Pemprov Jateng.
"Itu ada 12 titik tanggul yang kritis dari atas sampai bawah. Itu kami laporkan semua. Selama ini kami juga sudah berkoordinasi dengan Pusdataru. Mudah-mudahan dengan semua ikhtiar ini tanggul Kali Bodri segera diperbaiki," bebernya.
Baca juga: Prabowo Tunjuk Sugiono Jadi Sekjen Gerindra Gantikan Muzani
Disisi lain, Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah Gunawan Sudarsono mengatakan, hasil koordinasi dengan Pusdataru Jateng, bahwa tanggul Kali Bodri rencananya akan diperbaiki pada tahun 2026.
"Secara perencanaan Pak Gubernur sudah merencanakan, mudah-mudahan di anggaran 2026 bisa direalisasikan. Kami sudah upayakan, dan ada catatan dari Pusdataru tahun 2025 ada penataan alur, perkuatan tanggul dengan bambu dan lainnya. Nanti dikawal saja," pungkasnya.(Anik)