Undip dan Warga Gedawang Optimalkan Urban Farming Berbasis Keluarga

Sabtu, 9 Agustus 2025 00:22
Anak-anak RW 01 Gedawang, berpose bersama mahasiswa KKN-T IDBU Tim 52 Undip usai mengikuti kegiatan melukis galon bekas. Hasil karya mereka digunakan sebagai pot tanaman dalam program urban farming

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Kegiatan dilaksanakan secara menyeluruh di enam RT dan sejumlah posyandu di lingkungan RW 01, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat—dari anak-anak hingga lansia. Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDGs 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan).

Baca juga: Himmatisi FTIK USM Gelar Bakti Edukasi Cara Gunakan Gadget secara Sehat

Urban farming dinilai strategis untuk memanfaatkan lahan sempit di permukiman padat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal. Hasil panen berupa sayuran dan buah segar menjadi akses alternatif terhadap makanan bergizi, yang berdampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraan warga.

“Urban farming berbasis keluarga ini memberi ruang bagi semua orang di rumah, dari anak-anak hingga orang tua, untuk terlibat aktif merawat dan memanen tanaman. Ini bukan sekadar bertani, tapi membangun kebiasaan hidup sehat,” ujar salah satu anggota tim KKN, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, Tim KKN-T IBDU Undip mendistribusikan bibit tanaman seperti cabai, terong, bayam, dan pepaya kepada warga. Pembagian dilakukan bersamaan dengan kegiatan kerja bakti rutin di tingkat RT, sehingga semangat gotong royong tetap menjadi fondasi dalam pelaksanaannya.

Edukasi Praktis

Tak hanya itu, warga juga mendapat edukasi praktis mengenai cara merawat tanaman agar hasilnya optimal dan berkelanjutan. Informasi ini diperkuat dengan penyusunan buku panduan sederhana berisi manfaat dan teknik perawatan tanaman, yang dipasang secara terbuka di pagar urban farming. Panduan ini menjadi sumber belajar mandiri yang bisa diakses kapan saja oleh warga.

Baca juga: Perkuat SDM, Imam Foundation UK - Pesantren MAJT Jalin Kerja Sama Pelatihan Imam dan Dai

Sebagai bagian dari pendekatan inklusif, mahasiswa Undip juga menggelar kegiatan edukatif bagi anak-anak berupa melukis galon bekas yang kemudian digunakan sebagai pot tanaman. Kegiatan yang dilangsungkan pada 13 Juli 2025 ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini serta mengajarkan nilai daur ulang dengan cara yang menyenangkan.

“Anak-anak sangat antusias. Mereka tidak hanya belajar melukis, tapi juga memahami bagaimana memanfaatkan barang bekas untuk sesuatu yang produktif,” kata salah satu warga sekaligus orang tua peserta kegiatan.

Dengan mengusung semangat “dari warga, oleh warga, untuk warga,” program ini memperkuat kolaborasi antargenerasi dalam membangun lingkungan sehat dan berdaya. Pendekatan berbasis keluarga menjadikan urban farming bukan sekadar proyek lingkungan, tetapi bagian dari gaya hidup yang mengedukasi dan menghubungkan satu sama lain.

Melalui inisiatif ini, Mahasiswa KKNT IDBU Tim 52 Undip berharap urban farming dapat menjadi model pemberdayaan berkelanjutan yang menginspirasi wilayah lain, serta menjadi elemen penting dalam upaya menuju kota yang tangguh, hijau, dan mandiri secara pangan.

Mahasiswa KKN-T IDBU Tim 52 Undip foto bersama warga RW 01 Gedawang, Banyumanik, Kota Semarang, usai menyerahkan bibit tanaman dan buku panduan urban farming dalam rangka program “Menuju Kampung Hebat 2025”. (Aji)

Berita Terkini