Ahmad Luthfi Bongkar Resep Super Team Jateng di Serambi Mekkah

Rabu, 22 April 2026 21:50
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat berbicara dalam seminar nasional di Banda Aceh

BANDA ACEH, HELOINDONESIA.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sukses mencuri perhatian para pemimpin daerah se-Sumatera bagian utara saat bertandang ke Bumi Serambi Mekkah.

Dalam forum bergengsi Raker Komwil I Apeksi, di Gedung AAC Prof Dr Dayan Dawood, Rabu (22/4/2026), Luthfi membawa pesan kuat: era "jalan sendiri-sendiri" sudah lewat. Saatnya kolaborasi dan aglomerasi menjadi bahan bakar utama pembangunan.

Berbicara di hadapan para Wali Kota dari Aceh hingga Sumatera Barat dalam seminar nasional bertajuk ''Best Practice Kepemimpinan Daerah'' Ahmad Luthfi membedah resep suksesnya memimpin 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah tanpa gesekan ego sektoral.

Baca juga: Kejati Jateng Hadirkan Kejurnas Karate Piala Wira Adhyaksa Berstandar WKF

Dalam forum itu, Gubernur Luthfi menekankan konsep collaborative government sebagai fondasi pembangunan. Ia menyebut, seluruh kepala daerah di Jawa Tengah, sebanyak 35 kabupaten/kota, disatukan dalam satu “super team” tanpa ego sektoral.

“Tidak boleh ada sekat. Satu daerah dengan daerah lain harus tumbuh bersama,” tegasnya.

Model kolaborasi tersebut juga diperluas melalui pengembangan wilayah aglomerasi. Salah satu contoh yang dipaparkan adalah kawasan Soloraya yang melibatkan tujuh daerah. Melalui event Soloraya Great Sale 2025, kawasan ini mampu mencatat transaksi hingga Rp 10,7 triliun hanya dalam satu bulan.

Tak hanya itu,  Luthfi juga menegaskan peran kepala daerah sebagai “manajer marketing”. Menurutnya, pemimpin daerah harus mampu memetakan dan “menjual” potensi wilayah kepada investor, baik domestik maupun internasional. Strategi tersebut disebut berkontribusi pada capaian realisasi investasi Jawa Tengah tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp 88,5 triliun.

Baca juga: Polda Jateng Bongkar Sindikat Penyelundupan Ribuan Ranmor ke Timor Leste

Dalam praktiknya, setiap agenda luar daerah maupun pertemuan dengan mitra internasional dimanfaatkan untuk promosi investasi. Ia bahkan kerap melibatkan bupati/wali kota, dunia usaha seperti Kadin dan Hipmi, guna membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Adapun di sektor tata ruang, ia menekankan pentingnya penyiapan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, tanpa mengorbankan lahan sawah dilindungi (LSD) sebagai penopang ketahanan pangan.
Kolaborasi
Kolaborasi juga diperluas ke dunia pendidikan. Tercatat sebanyak 111 perguruan tinggi telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna mendukung inovasi dan pembangunan berbasis riset.

Sementara di bidang sosial, ia memaparkan sejumlah program unggulan, mulai dari layanan kesehatan melalui program dokter Spesialis Keliling (Speling) yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga pengentasan kemiskinan melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), penanganan stunting, sekolah gratis, dan bantuan modal usaha.

Untuk menekan pengangguran, pendekatan link and match antara dunia pendidikan vokasi, seperti SMK, BLK, dan politeknik, dengan dunia industri juga terus diperkuat. (Aji)

Berita Terkini