Malam Mistis, Tabur Bunga Dini Hari di Lintas Bandarjaya–Sulusuban

Jumat, 1 Mei 2026 18:03
Prosesi mistis tertangkap CCTV (Foto Kolase Helo/Zen) HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM –Malam di Bumikencana tak lagi sekadar sunyi. Sepekan akhir April 2026, video singkat berdurasi 1 menit 25 detik beredar liar di grup-grup WhatsApp warga Kecamatan Seputihagung, Kabupaten Lampung Tengah—membawa serta bisik-bisik yang sulit dijelaskan nalar.

Dalam rekaman itu, empat orang tak dikenal—dua laki-laki dan dua perempuan—terlihat berputar-putar dengan sepeda motor di depan SPBU Bumikencana. Gerak mereka tak tergesa, namun juga bukan tanpa tujuan, seolah mengikuti ritme yang hanya mereka pahami.

Beberapa saat kemudian, satu perempuan turun dari kendaraan. Ia melangkah perlahan ke tepi jalan, menggenggam kantong plastik hitam. Tanpa banyak gerak, ia menaburkan bunga di aspal jalan lintas Bandarjaya–Sulusuban.

Kelopak bunganya jatuh satu per satu, seperti pesan yang sengaja ditinggalkan untuk malam. Sementara itu, tiga orang lainnya tetap di atas motor. Diam, berjaga, mata mereka menyisir gelap—seakan memastikan ritual itu tak terganggu.

Peristiwa tersebut diduga terjadi di antara pukul 01.00 hingga 03.00 WIB—rentang waktu yang kerap dipercaya sebagai saat ketika batas antara yang kasatmata dan tak kasatmata menjadi samar.

Sejak video itu menyebar, spekulasi pun merebak. Sebagian warga mengaitkannya dengan praktik pesugihan yang konon berhubungan dengan Gunung Kemukus—nama yang sudah lama hidup dalam cerita-cerita tentang jalan pintas menuju kekayaan, dengan harga yang tak pernah sederhana.

“Kalau lihat caranya, ada aroma ke situ,” ujar SP, seorang warga setempat, dengan suara pelan. “Biasanya memang begitu… dilakukan malam hari, diam-diam.”

Namun, tak semua percaya pada tafsir mistis. Warga lain mencoba menariknya ke ranah yang lebih rasional. Mereka menduga aksi tersebut berkaitan dengan dinamika internal SPBU—isu mutasi sejumlah karyawan yang belakangan terjadi di lokasi tersebut.

“Bisa jadi cuma simbolis saja, terkait pergantian orang di sana,” kata seorang warga Bumikencana. “Manajemen memang sempat memindahkan beberapa karyawan.”

Di antara dua penjelasan itu—yang satu berbalut logika, yang lain berselimut misteri—warga kini hanya bisa menebak. Namun satu hal pasti, jejak bunga yang sempat menghiasi jalan itu telah meninggalkan tanda tanya panjang.

Dan seperti banyak kisah lain yang lahir dari malam, kebenaran sering kali tak sepenuhnya ingin ditemukan. (Zen Sunarto)

Berita Terkini

Rayap Besi

Ragam • 6 jam 29 menit lalu