USM LCC Siap Kawal Penulisan Karya Ilmiah Anda hingga Sempurna

Sabtu, 2 Mei 2026 08:02
Dr Adi Ekopriyono dan Adiprana Yogatama dalam live streaming instagram USM LCC

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Menghadapi tumpukan naskah skripsi, tesis, hingga disertasi seringkali memicu rasa kurang percaya diri. Menjawab keresehan itu, Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC – Language and Culture Center) membantu para mahasiswa, dosen, masyarakat umum dalam penulisan karya ilmiah seperti skripsi, tesis, disertasi, maupun artikel ilmiah.

Melalui layanan proofreading yang presisi, USM LCC memastikan setiap detail kebahasaan dan sistematika tulisan Anda tampil tanpa cela sebelum sampai ke tangan dosen pembimbing atau meja redaksi jurnal.

Baca juga: Sekolah Pascasarjana Undip Lepas 32 Wisudawan pada Prosesi Ke-182

Tahap ini membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tinggi untuk menangkap kesalahan, misalnya typo, yang mungkin terlewat selama proses penulisan dan revisi awal.

Intinya, proofreading merupakan proses menyempurnakan suatu karya ilmiah agar menjadi lebih berkualitas sesuai tujuan penulisan, terutama dari aspek kebahasaan, redaksional, sistematika penulisan.

Direktur USM LCC, Dr Adi Ekopriyono menyampaikan hal tersebut dalam live streaming Instagram, baru-baru ini, didampingi Adiprana Yogatama (Marketing).

Live streaming perdana LCC tersebut diikuti oleh 122 orang, baik internal maupun eksternal USM. Beberapa di antara mereka menanyakan tentang layanan yang diberikan LCC, tentang masa berlaku dan kegunaan sertifikat TOEFL ITP yang berstandar internasional.

''Biasanya, sebelum maju ke dosen pembimbing atau promotor, mahasiswa kurang percaya diri. Membaca berulang-ulang proposal skripsinya, tesisnya, disertasinya, cari referensi yang baru, malah makin kurang percaya diri dan ragu-ragu. Revisi lagi, revisi lagi, sehingga tertunda-tunda. Begitu juga dalam hal penulisan artikel ilmiah sebelum dikirim ke jurnal. Proofreading LCC sangat membantu untuk mengatasi kendala ini,'' kata Adi Eko.

Baca juga: Siapkan Mental, Tim Psikologi USM Bantu Siswa SMAN 7 Semarang Bijak Pilih Peminatan

Dia menambahkan, live streaming sebagai langkah sosialisasi LCC ke lingkungan civitas academica USM dan masyarakat umum. ''Kami juga terbuka bagi penyelenggaraan tes kemampuan bahasa Inggris bagi mahasiswa perguruan tinggi lain,'' ujarnya.

Sementra itu, Yogatama mengatakan, live streaming Instagram akan dilakukan secara periodik sebagai langkah LCC dalam memberikan layanan bagi mahasiswa, dosen, maupun masyarakat umum.

''Silakan Anda bertanya hal-hal yang berkaitan dengan LCC, bahasa, dan budaya. Silakan memberi masukan-saran kepada kami, agar layanan kami makin baik,'' katanya. (Aji)

Berita Terkini