Anak Buruh Harian di Sawah Lama Ingin Jadi Guru Bahasa Lampung

Rabu, 3 Juni 2026 14:31
Sita Aulia, 18 tahun. Warga Jl. Romojoyo, Gg. Duren No. 154, Kel. Sawah Lama, Kec. Tanjungkarang Timur itu berhasil lolos masuk Universitas Lampung lewat jalur tes di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi Pendidikan Bahasa Lampung.

LAMPUNG,  HELOINDONESIA.COM----Kabar diterima di perguruan tinggi negeri memang momen bahagia. Tapi kebahagiaan itu belum utuh dirasakan Bintang Sita Aulia, 18 tahun. Warga Jl. Romojoyo, Gg. Duren No. 154, Kel. Sawah Lama, Kec. Tanjungkarang Timur itu berhasil lolos masuk Universitas Lampung lewat jalur tes di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi Pendidikan Bahasa Lampung. Jurusan yang sejak lama jadi impiannya.

Di balik prestasi itu ada perjuangan keluarga sederhana. Sang ayah, Mustakim 47 tahun, bekerja sebagai buruh harian lepas. Ibunya, Septiana 44 tahun, ibu rumah tangga yang sesekali bantu masak di rumah kerabat untuk nambah pemasukan.

“Kami sangat bersyukur anak kami bisa diterima di Unila. Dia memang anak yang rajin dan berprestasi. Tapi sampai sekarang kami masih bingung soal biaya kuliahnya,” ujar Septiana saat ditemui di rumahnya, Rabu (3/6/2026).

Belum Pernah Dapat Bantuan

Menurut Septiana, keluarga belum pernah menerima bantuan pendidikan seperti PIP maupun bantuan sosial PKH. Padahal persyaratan sudah beberapa kali diajukan.
“Kami sudah coba urus berbagai persyaratan untuk bantuan pemerintah, tapi sampai sekarang belum pernah dapat. Bahkan PKH juga tidak pernah dapat,” katanya.

Penghasilan Mustakim tidak menentu. Kalau pekerjaan sepi, bisa berbulan-bulan tanpa pemasukan. “Suami saya cuma buruh harian. Kalau ada kerja ya kerja, kalau tidak ada ya tidak ada penghasilan,” tutur Septiana.

Pasangan ini punya dua anak. Bintang anak pertama, adiknya masih kelas 5 SD. Dengan kondisi ekonomi terbatas, keluarga berharap ada perhatian agar Bintang bisa kuliah. “Saya hanya berharap ada bantuan untuk anak saya supaya bisa kuliah. Dia sudah berjuang keras dan lulus jalur tes. Semoga ada jalan untuk kami,” ucapnya.

Cita-cita Jadi Guru Bahasa Lampung

Bagi Bintang, lolos Unila bukan sekadar prestasi akademik. Itu langkah awal mewujudkan cita-cita jadi guru dan bantu perekonomian keluarga.
“Saya ingin jadi guru dan membanggakan orang tua. Ingin bantu Ayah dan Bunda yang sudah kerja keras untuk saya,” katanya.

Ketertarikan ke Bahasa Lampung tumbuh sejak sekolah. Meski latar belakang keluarga Jawa dan Palembang, Bintang punya minat besar di pelajaran itu.

Rasa syukur bercampur cemas. Hingga kini Bintang dan keluarga masih menunggu pengumuman besaran UKT Unila. “Saya senang sekali waktu dinyatakan lulus. Rasanya terharu. Tapi setelah itu langsung kepikiran biaya kuliah. Takut kalau orang tua tidak sanggup bayar UKT,” ungkapnya.

Di rumah sederhana tempat ia tumbuh, harapan meraih masa depan kini bergantung pada kesempatan kuliah meski ekonomi serba terbatas.( Hajim).

Berita Terkini