Kericuhan di Intan Jaya Satu Tewas, Kronologi

Sabtu, 4 Juli 2026 08:35
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M..Wirya Arthadiguna, memberikan penjelasan terkait kericuhan di Intan Jaya Puspwntni

HELOINDONESIA.COM - Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Okto Tigau dalam insiden kontak tembak yang terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Penjelasan tersebut disampaikan melalui akun @pustentni pada 3 Juli 2026.


"Kami menyampaikan penjelasan resmi terkait insiden kontak tembak yang terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, yang mengakibatkan meninggalnya seorang laki-laki yang berdasarkan hasil identifikasi diketahui bernama Okto Tigau."

Dalam keterangannya, TNI juga menyampaikan rasa duka kepada keluarga yang ditinggalkan. Menurut Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, setiap kehilangan nyawa merupakan peristiwa yang tidak diharapkan oleh siapa pun.


"Pertama-tama, kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Setiap kehilangan nyawa merupakan duka yang tidak kita harapkan."


Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi sehingga masyarakat Papua dapat menjalani kehidupan yang aman, damai, dan penuh harapan.


"Besar harapan kami agar peristiwa seperti ini tidak terus berulang, sehingga masyarakat Papua dapat hidup dalam suasana yang aman, damai, dan penuh dengan harapan."


TNI menyatakan bahwa berdasarkan data yang dimiliki, Okto Tigau merupakan anggota TPNPB-OPM yang menjabat sebagai Wakil Komandan Operasi Batalion Metua, Kodap 8 Intan Jaya. Menurut TNI, yang bersangkutan diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah Intan Jaya, termasuk penembakan terhadap aparat keamanan, pekerja sipil, penyiksaan warga, serta berbagai aksi intimidasi terhadap masyarakat.


TNI menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat personel yang sedang melaksanakan tugas pengamanan mendeteksi empat orang bergerak secara sembunyi-sembunyi menuju pos pada malam hari.


"Sesuai prosedur, personil memberikan peringatan secara bertahap, namun peringatan tersebut tidak direspon dan kontak tembak yang diawali oleh kelompok tersebut. Keesokan harinya, menemukan satu jenazah laki-laki."


Berdasarkan hasil pencocokan ciri fisik, dokumentasi, dan informasi yang dimiliki, TNI menyatakan jenazah tersebut teridentifikasi sebagai Okto Tigau.


"Berdasarkan pencocokan ciri fisik, dokumentasi, dan informasi yang dimiliki, jenazah tersebut diidentifikasi sebagai Okto Tigau.

Kepada seluruh masyarakat, kami menghimbau agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif.***(AdiG)

Berita Terkini