SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Semangat gotong royong dipadu kreativitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat mewarnai pelaksanaan Gerakan Nasional Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di Lapangan SDN Sendangmulyo 04, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Minggu 5 Juli 2026.
Ribuan warga memadati lokasi untuk mengikuti beragam kegiatan sosial, kesehatan, seni budaya, hingga pengembangan usaha mikro yang menjadi bagian dari peringatan tahunan tersebut.
Acara dibuka dengan senam sehat bersama yang diikuti masyarakat dan dilanjutkan dengan donor darah, pasar sembako murah, bazar UMKM, gelar seni budaya, penampilan marching band, lomba mewarnai anak, lomba senam kreasi baru, serta lomba kreativitas pengolahan hasil tanaman boga yang diikuti Tim Penggerak PKK dari seluruh RW di Kelurahan Sendangmulyo. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Tembalang Eko Agus Padang Haryanto.
Baca juga: Himni Jateng Gelar Musda, Yasozisokhi Zebua Nakhodai Kepengurusan Baru
Salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah lomba produk unggulan UMKM berbahan Tanaman Obat Keluarga (Toga) antar-RW. Berbagai inovasi hasil olahan tanaman obat karya masyarakat dipamerkan, mulai dari produk pangan hingga produk kesehatan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Berdasarkan penilaian dewan juri, RW XVII berhasil meraih juara pertama dengan nilai 129melalui produk unggulan berupa minyak urut berbahan tanaman obat hasil budidaya warga. Sedangkan RW XIX menempati juara II dengan nilai 123, dan RW XXIX meraih Juara III dengan engan nilai 120.
Perhatian Khusus
Meskipun tidak tampil sebagai juara utama, produk Ongol-Ongol Jahe Berseri dari RW XI justru mendapat perhatian khusus dari Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Menurutnya, produk tersebut memiliki cita rasa yang khas dan prospek bisnis yang menjanjikan apabila didukung dengan legalitas usaha dan pemasaran yang baik.
"Saya minta Pak Camat Tembalang membantu proses perizinan produk ini, termasuk pengurusan sertifikat halal dan izin lainnya. Produk seperti ini memiliki potensi besar untuk berkembang dan bahkan bisa menjadi pemasok makanan bagi hotel-hotel di Kota Semarang," ujar Agustina.
Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang akan terus mendorong lahirnya UMKM berbasis potensi lokal agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing. Pendampingan mulai dari aspek perizinan, sertifikasi, peningkatan kualitas produk hingga akses pasar menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha masyarakat.
Menurut Agustina, semangat Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kerja bakti membangun lingkungan, tetapi juga melalui kolaborasi dalam membangun kemandirian ekonomi warga. Potensi lokal yang diolah secara kreatif dapat menjadi sumber kesejahteraan sekaligus memperkuat identitas daerah.
Melalui penyelenggaraan BBGRM tahun ini, Kelurahan Sendangmulyo menunjukkan bahwa budaya gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat. Kebersamaan yang terbangun tidak hanya mempererat hubungan sosial antarwarga, tetapi juga melahirkan inovasi dan produk-produk unggulan yang berpotensi menjadi kebanggaan Kota Semarang. (Aji)