LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung, H. Darussalam, SH, MH, dipercaya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung sebagai salah satu Penggerak Partisipasi Sensus Ekonomi 2026 (PPSE26). Darussalam mewakili 37 paguyuban suku dan etnis yang tergabung dalam FPK Lampung mengajak masyarakat berpartisipasi menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Pengukuhan dilakukan oleh Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, bersama 17 tokoh masyarakat dari berbagai unsur di Hotel Golden Tulip Springhill, Telukbetung, Kota Bandarlampung, Kamis (23/7/2026).
Pada kesempatan yang sama, FPK Provinsi Lampung juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan BPS Provinsi Lampung sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Darussalam menilai Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang memiliki peran penting dalam menyediakan data ekonomi yang lengkap, akurat, dan mutakhir. Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
"Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif sehingga pemerintah memperoleh peta kondisi ekonomi yang akurat. Data yang baik akan menjadi penentu arah kebijakan pembangunan dan masa depan bangsa," ujar Darussalam yang didampingi Bendahara FPK Provinsi Lampung, Dr. Donald Harris Sihotang, SE, MM.
Baca juga: Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Dorong Sukses Penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengatakan pelibatan tokoh masyarakat melalui PPSE26 merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus membangun kepercayaan publik (public trust) terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada kemampuan petugas di lapangan, tetapi juga pada tingkat kepercayaan masyarakat dalam memberikan data yang benar dan jujur.
Hal senada disampaikan Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan metodologi BPS, melainkan juga oleh legitimasi dan kepercayaan masyarakat.
Ahmadriswan menambahkan, tantangan terbesar pelaksanaan sensus saat ini bukan lagi menemukan unit usaha, melainkan membangun keyakinan masyarakat agar bersedia memberikan informasi secara terbuka dan akurat.
"Kepercayaan sering kali tumbuh dari figur yang dipercaya masyarakat. Ketika tokoh agama, akademisi, maupun pimpinan komunitas mengajak jemaah dan anggotanya untuk berpartisipasi, pintu kepercayaan akan terbuka lebar. Kami tidak meminta Bapak dan Ibu menjadi petugas sensus, tetapi menjadi penyambung harapan sekaligus penggerak kepercayaan publik," pungkasnya. (HBM)