LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Sekitar 1500 karyawan Bumi Waras atau Sungai Budi Grup telah stand by dari Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Tulangbawang, dan Kota Bandarlampung untuk menggeruduk Polda Lampung, besok, Rabu (19/8/2026).
Para karyawan Akaw alias Widarto yang akan mengikuti aksi damai itu akan menggunakan 35 bus dengan titik kumpul di Res Area 86 Kota Baru, Kota Bandarlampung, pukul 07.00 WIB.
Menurut karyawan yang tidak mau di publis namanya itu, rombongan dari Way Kekah Terbanggibesar, pabrik singkong, kelapa sawit (CPO) dan Acid keberangkatan ke Polda Lampung akan dikawal anggota Polsek Terbanggibesar.
Para karyawan yang akan mengikuti aksi damai seluruhnya diwajibkan mengenakan tali pita di tangan. "Ciri khas kami mengenakan tali pita. Kami akan melakukan aksi damai, tidak anarkis," ujarnya.
Ribuan anak buah Akaw akan meminta Aparat Penegak Hukum (APH) tegas terhadap pelaku pembakaran PT BSA. "Siapapun dia harus ditangkap sesuai aturan hukum yang berlaku. Kita ini negara hukum, jadi harus taat hukum," ujar karyawan tadi.
Setelah dari Polda Lampung, massa ke Polres dan Pemkab Lampung Tengah. "Kami berangkat dari pabrik pukul enam pagi," ujar salah seorang koordinator aksi yang enggan disebut namanya, kepada Heloindonesia.com, Selasa (18/8/2026).
Mereka demo terkait pendudukan lahan yang telah berlangsung lama dan pembakaran fasilitas PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) dibakar Marga Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah. Rabu (12/6/2026), pukul 10.00 WIB.
Selain telah menduduki lahan, warga juga membakar antara lain perkantoran dan mess karyawan, mobil dan sepeda motor. Aparat TNI Polri yang jumlahnya terbatas siang itu tidak mampu membendung amarah massa yang datang sekitar 200-an warga. (Zen Sunarto)