LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Proyek revitalisasi trotoar Jalan Sultan Agung, Kecamatan Wayhalim,. Kota Bandarlampung, dihentikan sementara setelah ditemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan PT Asmi Hidayat.
Penghentian dilakukan untuk memberikan waktu kepada tim terkait melakukan evaluasi, sekaligus memastikan seluruh tahapan pekerjaan di lapangan telah sesuai dengan metode kerja dan standar yang direncanakan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan material. Di lapangan ditemukan penggunaan balok berukuran 6/12 sentimeter dan kaso 5/5 sentimeter.
Penggunaan material bekisting atau perancah juga turut dievaluasi. Namun, berdasarkan analisis pekerjaan, material perancah pada dasarnya dapat menggunakan material baru maupun bekas, sepanjang kondisinya masih layak dan mampu memenuhi kebutuhan pekerjaan.
"Untuk pekerjaan trotoar di Sultan Agung, Kecamatan Wayhalim, memang digunakan campuran material baru dan bekas. Kalau penyedia memiliki perancah yang masih layak digunakan, dapat dimanfaatkan kembali," jelas Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung, Rayu R Wiranegara, Rabu (2/9/2026).
Beton Ditemukan Retak
Selain material, persoalan lain ditemukan pada hasil pengecoran beton. Berdasarkan survei dan pemantauan di lapangan, tim menemukan sejumlah retakan pada beberapa bagian beton.
Yang menjadi perhatian, pada salah satu segmen ditemukan dua titik retakan yang memanjang dari bagian atas hingga ke bagian bawah beton.
Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan proses perawatan beton setelah pengecoran.
Penyiraman atau curing yang dinilai belum maksimal diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan munculnya retakan. "Atas temuan tersebut, kami minta segera dilakukan pembongkaran pada bagian yang mengalami keretakan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dan menentukan langkah perbaikan yang tepat," tegas Rayu.
Ia mengatakan, dua titik retakan pada salah satu segmen tersebut akan segera dievaluasi dan ditindaklanjuti.
"Untuk segmen tersebut ada dua titik yang kami temukan retaknya dari atas sampai bawah. Ini akan segera kami evaluasi dan dilakukan tindakan," tuturnya.
Ditargetkan Ditangani Sepekan
Evaluasi terhadap berbagai temuan di lapangan ditargetkan dilakukan dalam dua hingga tiga hari ke depan. Sementara pembongkaran dan penanganan bagian yang bermasalah diharapkan segera dilakukan dengan target penyelesaian paling lambat satu minggu.
Pihaknya juga meminta rekanan memberikan respons cepat terhadap setiap temuan di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti dan tidak berdampak terhadap kualitas maupun target penyelesaian pekerjaan.
"Rekanan harus cepat merespons setiap temuan di lapangan. Hal ini penting agar persoalan dapat segera ditangani dan tidak berdampak terhadap kualitas pekerjaan maupun target penyelesaiannya," tandasnya. (Hajim)