MESUJI LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---Keberadaan kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KOPDES) di Desa Sumber Rejo, Kabupaten Mesuji, mulai menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, kendaraan yang diperkirakan baru sekitar satu bulan berada di desa tersebut disebut warga hampir tidak pernah berhenti digunakan, baik siang maupun malam.
Sejumlah warga mengaku kerap melihat mobil KOPDES tersebut keluar masuk desa dan diduga lebih sering digunakan untuk aktivitas yang berkaitan dengan Kepala Desa.
“Mobil KOPDES itu sudah keluar kurang lebih satu bulan. Siang maupun malam selalu terlihat digunakan. Semenjak mobil itu ada, rasanya tidak pernah lengah berhenti,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai peruntukan kendaraan KOPDES. Warga berharap kendaraan yang merupakan bagian dari fasilitas operasional koperasi tersebut digunakan sesuai dengan tujuan dan kepentingannya.
Warga juga meminta adanya keterbukaan mengenai penggunaan kendaraan, termasuk siapa yang berwenang menggunakan, untuk kegiatan apa saja, serta bagaimana mekanisme pertanggungjawaban operasionalnya.
“Kalau memang mobil itu untuk kegiatan KOPDES, kami tidak mempermasalahkan. Yang penting penggunaannya jelas dan sesuai peruntukan. Jangan sampai masyarakat justru bertanya-tanya,” ungkapnya.
Sorotan masyarakat ini diharapkan menjadi perhatian pihak terkait agar pengelolaan aset KOPDES dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebab, kendaraan operasional tersebut pada prinsipnya diharapkan dapat menunjang kegiatan koperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Kepala Desa Sumber Rejo maupun pengelola KOPDES terkait dugaan penggunaan kendaraan tersebut.
Pihak terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Kalau mau, saya juga bisa buatkan versi lebih tajam ala berita investigasi media online, dengan judul yang lebih menggigit.
Hal itu juga di sampaikan oleh Kepala Desa Sumberrejo kecamatan Way Serdang Maulana mengatakan bahwa penggunaan mobil kopdes bukan untuk kepentingan pribadi.
Mobil tersebut dari pada nganggur lebih baik kita manfaatkan untuk kepentingan desa ,apa lagi saat ini kopdes belum berjalan jadi semampunya pergunaka."ujar Maulana.
Dari kejadian tersebut masyarakat meminta agar dinas terkait bisa memberikan teguran tentang penggu6 kendaraan kopdes sesuai peruntukanmnya.(Aan.S)