GAK Erupsi, Polisi Bersama BKSD Lampung Melakukan Patroli Laut

Minggu, 6 September 2026 17:49
Polda Lampung bersama BKSD melakukan patroli laut. heloindonesia

BANDARLAMPUNG,HELOINDONESIA.COM - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih berada pada Level III (Siaga), membuat aparat kepolisian bersama instansi terkait memperketat pengawasan di kawasan perairan gugus Pulau Anak Krakatau di Selat Sunda.

"Patroli gabungan melibatkan BKSDA, Satpolair Polres Lampung Selatan, Sie Humas, Sie Dokkes Polres Lampung Selatan, dan Ditpolair Polda Lampung dalam mengawasi erupsi GAK," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes  Yuni Isawandari Yuyun kepada wartawan, pada Minggu (6/9/2026) di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Dia katakan, kegiatan tersebut berlangsung sejak Sabtu (29/8) hingga hari Minggu ini. 
Patroli difokuskan untuk memastikan tidak ada masyarakat, nelayan maupun wisatawan yang mendekati kawasan gunung api aktif dalam radius 3 kilometer.

Saat melakukan patroli laut pada Minggu pagi, petugas menemukan sejumlah nelayan yang sedang menangkap ikan menggunakan jaring di wilayah yang masuk radius larangan. Petugas langsung menghampiri dan memberikan teguran serta imbauan agar nelayan tersebut segera menjauh dari kawasan Anak Krakatau.

Personel Dokkes juga membagikan masker sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanikPatroli dilakukan bukan hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga memastikan masyarakat memahami risiko berada terlalu dekat dengan gunung api aktif. “Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengingatkan nelayan maupun wisatawan agar tidak memaksakan diri mendekati Anak Krakatau dan mematuhi radius aman yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Baca juga: Tiga Bandara Tutup-Buka, Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Ratusan Penerbangan

Pengawasan kembali dilakukan saat petugas melihat sebuah kapal putih jenis speed fiber mendekati kawasan Anak Krakatau pada sekitar pukul 10.30 WIB. Petugas kemudian bergerak mendekati kapal tersebut. Namun, kapal itu langsung berbalik arah dan meninggalkan kawasan menuju perairan Banten.

Yuni menegaskan, personel di lapangan akan terus melakukan patroli untuk mencegah masyarakat maupun wisatawan memasuki zona berbahaya. “Kami mengimbau pengelola kapal wisata, nelayan dan masyarakat untuk tidak membawa atau mengarahkan wisatawan ke kawasan yang dilarang. Jangan sampai keinginan melihat aktivitas gunung api justru membahayakan keselamatan,” ucapnya.

Petugas juga memasang banner berisi larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Anak Krakatau. Sosialisasi dilanjutkan kepada masyarakat dan wisatawan di Pulau Sebesi.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Aktivitas erupsi terus berlangsung dan pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB terjadi erupsi menerus yang disertai suara gemuruh. Fenomena tersebut teramati menyerupai lava fountain atau air mancur lava.

Badan Geologi juga menyebut fenomena erupsi menerus seperti itu dapat berlangsung selama beberapa jam. Masyarakat di pesisir Lampung dan Banten diminta tetap tenang, tetapi terus mengikuti arahan pemerintah dan perkembangan resmi aktivitas gunung api.


Berita Terkini

Mobil KOPDES Desa Sumber Rejo Disorot Warga

Peristiwa • Senin, 7-September-2026 06:02