Pakem USM 2.765 Mahasiswa Baru Resmi Dibuka, Pesan Rektor & Yayasan Bakal Bikin Kamu Termotivasi

Sabtu, 12 September 2026 19:44
Kegiatan Pakem USM. Rektor Supari dan Ketua Pengurus YAU Prof Kesi Widjajanti

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana meriah dan penuh semangat menyelimuti Kampus Universitas Semarang (USM) di Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari. Sebanyak 2.765 mahasiswa baru resmi memulai lembaran baru kehidupan perguruan tinggi melalui ajang Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (Pakem) 2026 yang digelar pada 12–14 September 2026.

Ajang orientasi tahun akademik 2026/2027 ini bukan sekadar kegiatan seremonial biasa. Dihadiri langsung oleh Rektor USM Dr Supari ST MT, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof Dr Ir Hj Kesi Widjajanti SE MM, Ketua Senat USM Prof Dr Hardani Widhiastuti MM Psikolog, jajaran wakil rektor, dekan, hingga pimpinan lembaga kampus, Pakem tahun ini menyuguhkan deretan motivasi berkelas yang langsung membakar semangat ribuan peserta.

Baca juga: Gandeng RS Keluarga Sehat III dan Global Agency, Pascasarjana USM Gelar Health & Financial Talk “Jantung Sehat”

Dalam sambutan pembukanya, Rektor USM Dr Supari ST MT langsung menyapa hangat para pendatang baru dengan sebutan akrab ala generasi masa kini. Ia menegaskan bahwa pintu gerbang USM kini resmi terbuka bagi mereka yang siap bertransformasi menjadi insan intelektual.

''Selamat datang di USM. Kalau sudah masuk di USM, Anda semua akan menjadi warga USM. Warga USM, di istilah Gen Z, namanya USMers,'' ujar Supari penuh keakraban, Sabtu 12 September 2026.

Lebih jauh, Supari menantang para mahasiswanya untuk tidak berpuas diri hanya dengan mengejar nilai akademik semata. Di mata USM, mahasiswa dipandang sebagai motor penggerak dan calon pemimpin masa depan yang membawa misi besar untuk kemajuan Indonesia.

''Bukan hanya dibangun untuk konstruksi kompetensi, profesionalisme mahasiswa, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan sikapnya, tetapi juga resultantenya untuk kemajuan Indonesia. Di USM para mahasiswa dipandang sebagai insan intelektual dan calon pemimpin masa depan,'' tegasnya.


Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Kesi Widjajanti turut memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar mampu beradaptasi dengan perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa. Ia mengingatkan pentingnya kemandirian dan kebiasaan membaca untuk memperluas wawasan.

''Pesan saya, selalu rajin membaca. Baca artinya membuka wawasan. Dan saudara akan tumbuh. Jika saudara tidak baca, saudara akan diam. Keep reading, learning, and growing,'' katanya.

Kembangkan Bakat

Prof Kesi mendorong mahasiswa baru agar tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik. Menurutnya, USM menyediakan berbagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan berorganisasi melalui UKM maupun kegiatan kemahasiswaan lainnya.

''Saudara jangan jadi mahasiswa kupu-kupu, kuliah pulang, kuliah pulang. Not only belajar di akademi, tetapi di Universitas Semarang ini ada ekstrakurikuler. Ada UKM-nya dan belajar organisasi,'' ujarnya.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan Irjen Pol (Purn) Faizal Thayeb SIK MH. Dalam paparannya, Faizal mengajak mahasiswa baru memiliki wawasan kebangsaan sekaligus kemampuan untuk menyikapi perkembangan teknologi dan informasi secara kritis.

Dia mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terpengaruh provokasi.

Menurutnya, setiap informasi perlu diperiksa sumber, konteks, dan kebenarannya sebelum dipercaya maupun dibagikan.

''Yang punya akun medsos, tidak ada masalah, tapi tolong akun medsos-nya dipakai dengan benar untuk tujuan positif. Jangan terpengaruh provokasi. Teliti betul apakah itu informasi benar atau salah,'' tegas Faizal.

Faizal juga menekankan pentingnya literasi dan kemampuan mencari pembanding dari berbagai sumber. Ia mengingatkan mahasiswa untuk tidak menerima informasi hanya dari satu sumber serta membangun kebiasaan berdiskusi secara sehat.

''Jangan takut melihat informasi yang masuk ke kita. Jangan mengatakan itu pasti benar. Cari pembandingnya. Cari sumber lain. Dengan cara begitu, cara berpikir kita bisa komprehensif dan sangat lengkap,'' jelasnya.

Selain wawasan kebangsaan, Faizal mendorong mahasiswa baru untuk menjadi generasi produktif yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa. Ia mengaitkan hal tersebut dengan tantangan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, termasuk pentingnya meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan sumber daya.

''Adik-adik ini mulai sekarang bertekad pada dirinya sendiri bagaimana menciptakan produktivitas bagi dirinya. Kita harus bangun, raih dan menjadi produktif supaya negara ini segera menjadi negara maju sejajar dengan negara-negara maju yang lain di dunia,'' katanya.

Gerbang Transisi

Wakil Rektor I USM, Prof Dr Ir Haslina MSi menegaskan, Pakem merupakan gerbang transisi dari siswa menjadi mahasiswa dan bukan sekadar kegiatan formalitas. Pakem diarahkan untuk membangun kemandirian akademik, adaptasi budaya dan etika kampus, serta integrasi mahasiswa dalam kehidupan kampus.

''Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa baru diharapkan dapat mengenal sistem akademik USM, membangun karakter dan soft skill, memperluas jejaring, serta mengetahui berbagai layanan pendukung yang tersedia di kampus,'' ungkapnya.

Dia menambahkan, melalui Pakem 2026, USM tidak hanya mengenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjalani kehidupan akademik secara mandiri, beradaptasi dengan budaya dan etika kampus, serta aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.

''Setiap mahasiswa baru yang melangkah ke kampus ini membawa harapan keluarga dan cita-cita masa depan bangsa. Ini adalah kewajiban kita bersama untuk memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan akademik yang sehat, profesional, aman, serta kaya akan ruang prestasi,'' katanya. (Aji)

Berita Terkini

Dua Kasat Polres Mesuji Berganti

Peristiwa • Jumat, 11-September-2026 12:09