USM Sukses Jadi Tuan Rumah PRIWOLA 2026, CEO PR Indonesia Sampaikan Apresiasi

Jumat, 11 September 2026 21:17
Rektor USM Supari bersama penerima penghargaan dan CEO PR Indonesia Aswono Wikan

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Universitas Semarang (USM) mendukung penyelenggaraan The First PR Indonesia Corporate Communication Leader Awards 2026 atau PRIWOLA 2026 yang diselenggarakan PR Indonesia di Kota Semarang pada Kamis 10 September 2026 di Gedung Prof Ir Joetata Hadihardaja, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) USM.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Universitas Semarang Dr Supari ST MT dan Wakil Rektor III Dr April Firman Daru SKom MKom.

Dukungan USM dalam kegiatan itu diwujudkan melalui penyediaan venue sebagai bagian dari kerja sama dengan PR Indonesia dalam penyelenggaraan PRIWOLA 2026.

Baca juga: Pemprov Jateng Siapkan Videotron, Masyarakat Bisa Saksikan Pembukaan MTQ Nasional

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Semarang Dr Supari ST MT menyampaikan, USM terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi.

''Kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan akademik, tetapi juga dapat menjadi ruang bertemunya berbagai pihak, termasuk dunia profesional, industri, media, dan masyarakat,'' katanya.

Founder dan CEO PR Indonesia, Asmono Wikan, mengapresiasi kerja sama dengan USM dalam penyelenggaraan PRIWOLA 2026.

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan penyediaan tempat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara media dan akademisi.

''Saya berharap, kolaborasi dengan USM seperti ini sangat bagus sekali, tidak semata-mata hanya sebagai venue, tapi juga menguatkan prinsip-prinsip kolaborasi antara media dan akademisi untuk tidak semata-mata menyelenggarakan acara, tapi juga memberikan warna dengan memberikan inovasi di beberapa hal,'' ujar Asmono.

Dia menambahkan, PRIWOLA 2026 merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan PR Indonesia untuk memberikan rekognisi kepada para pemimpin daerah perempuan serta pemimpin komunikasi di tingkat korporasi, kementerian, lembaga, dan perusahaan yang dinilai memberikan inspirasi dan dampak melalui kepemimpinannya.

Asmono mengatakan, para pemimpin perempuan yang menerima apresiasi dalam PRIWOLA 2026 menunjukkan kinerja yang baik di tengah berbagai tantangan komunikasi yang dihadapi dalam praktik komunikasi sehari-hari.

Jadi Inspirasi

Dia berharap, kiprah mereka dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk mengambil peran dalam kepemimpinan komunikasi dan kehumasan.

''Para pemimpin perempuan yang kita apresiasi di ajang PRIWOLA tahun ini itu benar-benar menunjukkan kinerja yang bagus, bisa memberi inspirasi dan sebagian dari mereka yang muda itu akan menjadi rising star untuk menjadi pemimpin-pemimpin PR ke depan,'' ujar Asmono.

Ke depan, kata Asmono, kerja sama antara PR Indonesia dan USM dapat terus dikembangkan melalui berbagai inovasi.

Dia juga berharap PRIWOLA dapat dikembangkan melalui penambahan kategori maupun inovasi lainnya sehingga semakin bermakna dan memberikan dampak bagi ekosistem komunikasi di Indonesia.

''Terima kasih atas kerja sama yang baik dengan USM, sampai jumpa di PRIWOLA 2027,'' ungkapnya.

Salah satu penerima Anugerah PRIWOLA 2026 dengan kategori Raising Women Communication Leader, Indriani Siswati, mengaku merasa terhormat dan termotivasi setelah menerima penghargaan tersebut.

Menurutnya, penghargaan itu memberikan makna bagi dirinya, baik secara personal maupun profesional.

''Sangat merasa terhormat dan juga merasa termotivasi karena penghargaan ini memberikan makna yang luar biasa kepada saya, baik secara personal maupun profesional,'' ujar Indriani.

Indriani juga menyampaikan terima kasih kepada PR Indonesia dan USM yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk hadir dan menerima penghargaan tersebut.

Baca juga: Mengenang Prof Rumini, Maestro Saptalomba yang Mewakafkan Hidupnya untuk Olahraga dan Pendidikan

Menurutnya, perempuan yang ingin berkarier di bidang kehumasan agar tidak berhenti belajar.
Sebab, perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi menjadi kesempatan bagi perempuan untuk mengambil peran lebih besar.

''Untuk rekan-rekan perempuan, jangan berhenti belajar. Justru pada saat ini di mana teknologi begitu berkembang, keterbukaan informasi terbuka sangat lebar, inilah kesempatan kita untuk mengambil peran, terus belajar, mengadopsi, beradaptasi dan makin mahir dalam bidang yang kita lakukan,'' ujar Indriani.

Dia berharap, semakin banyak ruang belajar bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan, memperkuat pengetahuan, serta mengimplementasikannya dalam berbagai peran, baik sebagai pelajar maupun pemimpin. (Aji)

Berita Terkini