Abu Janda Berulah Lagi, Provokasi Toleransi Antarumat Beragama

Senin, 21 September 2026 09:32
Gus Wal vs Permadi HELO LAMPUNG

SURABAYA, HELOINDOESIA.COM -- Pegiat medsos Permadi Arya alias Abu Janda kembali berulah dengan pernyataan kontroversinya. Kali ini, pendukung Israel ini menyindir makna toleransi atas kejadian di tempat ibadah nonmuslim.

Permadi terkesan memanfaatkannya buat menyindir arti toleransi bagi umat Islam. "Abu Janda sedang mengadu domba umat," kata Ketum PNIB, Gus Wal kepada Heloindonesia.com, Senin (21/9/2026).

Bahkan, dia menilai Permadi Arya sudah memfitnah toleransi umat Islam dengan logika sesat. Damai diartikan tidak ada lagu rohani karena ibadah ditutup umat Islam dan toleransi dilakukan dengan golok.

"Ini sudah menyinggung umat Islam yang menghargai perbedaan dengan olok-olok kampungan ala Abu Janda," tegas Gus Wal.

Gus Wal menantang Permadi beradu argumentasi secara terbuka. "Kami selama ini tidak mau terpancing pernyataan provokatif Abu Janda. Namun untuk pernyataan di video ini sudah keterlaluan," katanya.

"Jangan jadi pengecut hanya berani melempar kotoran tapi tidak ada nyali mempertangguhgjawabkanya," tandas Gus Wal. Dia menghimbau umat Islam tidak terprovokasi dengan pernyataan Permadi Arya.

Gus Wal minta aparat penegak hukum mengusut Permadi Arya yang diduga sudah merendahkan dan menghina umat Islam. Dia mengingatkan Permadi bahwa ormas lintas agama yang toleran tidak sepicik dirinya.

"Kami akan meminta klarifikasi Permadi secara terbuka agar persoalan ini tidak melebar menjadi konflik horizontal," katanya. Gus Wal ujaran kebencian Permadi Arya alias abu janda ditindak tegas.

Dia meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku intoleransi yang membubarkan kegiatan ibadah. Negara wajib hadir dan melindungi warga menjalankan ibadahnya sesuai agama dan keyakinan masing-masing, ujarnya

Jangan biarkan Indonesia kalah dan hancur oleh premanisme berjubah agama, intoleransi, khilafah, radikalisme anarkisme terorisme, pungkas Gus Wal.

PERMADI

Dalam videonya, Permadi menyindir aksi penutupan tempat ibadah di suatu daerah. "Umat yang membubarkan Ibadah Minggu Pagi adalah umat yang damai dan toleransi," katanya.

Sindir Permadi, ketika umat Islam membubarkan maka tidak terdengar lagi lagu rohani. "Sunyi, sepi, damai, " katanya. Selanjutnya Permadi menjelaskan maksud toleransi dalam aksi arogansi sekelompok warga tersebut.

"Kalau ada yang bertanya, toleransinya dimana? Saya jelaskan bahwa itu golok yang dibawa cuma ditancepin di dinding, bukan di leher pendeta dan jemaat," katanya.

Menurut Permadi, itu artinya, umat Islam masih toleransi dengan membiarkannya hidup. "Kalau tidak toleransi pak pendeta dan jemaat sudah meninggoy" katanya.

Video Permadi Arya alias Abu Janda tersebut sudah dikomentari ribuan orang yang sebagian besar menganggap Permadi tidak menghormati kebebasan beribadah Agama lain. (HBM)

Berita Terkini