LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM---Kasus penyakit dengan gejala mirip influenza atau Influenza-Like Illness (ILI) masih menjadi perhatian dan terus dipantau melalui sistem surveilans kesehatan.Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), tercatat 314 kasus ILI pada periode minggu ke-1 hingga minggu ke-37 tahun 2026.
Sementara itu, Puskesmas Sumur Batu sebagai Puskesmas Sentinel ILI melaporkan 214 kasus pada periode yang sama.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan untuk mengetahui penyebab infeksi, sebanyak 183 spesimen telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Palembang untuk dilakukan pemeriksaan.
"Dari hasil pemeriksaan yang sudah diterima, 10 spesimen dinyatakan positif influenza. Rinciannya, sebanyak empat spesimen positif influenza A(H1N1)pdm09 dan enam spesimen positif influenza A(H3). Selain itu, masih terdapat 30 spesimen yang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," ujarnya, Jumat (2/10/2026).
Kasus Mengalami Fluktuasi
Perkembangan kasus ILI selama minggu ke-1 hingga minggu ke-37 menunjukkan jumlah kasus yang mengalami fluktuasi. Peningkatan tertinggi terjadi pada minggu ke-32 dengan 21 kasus.
Setelah mencapai puncak tersebut, jumlah kasus kemudian mengalami penurunan secara bertahap hingga menjadi lima kasus pada minggu ke-37.
"Meski terjadi penurunan, pemantauan tetap dilakukan karena jumlah kasus dapat kembali meningkat. Hasil pemeriksaan terhadap spesimen yang masih menunggu juga akan menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan penyakit di masyarakat," terangnya.
Masyarakat Diimbau Waspadai Gejala
ILI dapat ditandai dengan sejumlah gejala, seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, serta rasa lelah yang berlebihan.
"Untuk mengurangi risiko penularan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama ketika mengalami gejala gangguan pernapasan," jelasnya.
Masyarakat juga dianjurkan menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika mengalami gejala pernapasan, terutama saat berada di ruang tertutup atau fasilitas pelayanan kesehatan, serta mengurangi kontak dekat dengan orang lain selama mengalami gejala.
"Selain itu, menjaga kebersihan tangan dan memastikan sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan juga penting untuk membantu mengurangi risiko penularan," tuturnya.
Surveilans Terus Diperkuat
Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung akan terus memantau perkembangan kasus ILI setiap minggu. Peningkatan jumlah kasus maupun kemungkinan munculnya kelompok kasus (cluster) akan menjadi perhatian untuk segera dilakukan tindak lanjut.
Fasilitas pelayanan kesehatan juga diminta tetap siap menghadapi kemungkinan peningkatan kunjungan pasien dengan gejala pernapasan serta memperkuat koordinasi dengan laboratorium dan pengelola SKDR.
"Dengan pemantauan yang terus dilakukan dan penerapan langkah pencegahan oleh masyarakat, peningkatan kasus diharapkan dapat terdeteksi lebih awal sehingga penanganan dan pengendalian penularan dapat dilakukan dengan cepat," pungkas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Muhtadi A. Temenggung.( Hajim).