LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Dalam upaya agar mengantisipasi kesalahan yang berpotensi melanggar hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mesuji, melakukan pendampingan langsung tiga item proyek strategis yang berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mesuji.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mesuji, Azy Tyawardhana menjelaskan untuk melakukan pendampingan agar pekerjaan proyek strategis dapat berjalan dengan baik yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mesuji.
“Pada hari ini ada pemaparan 3 item kegiatan pengadaan barang dan jasa oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji,Hal ini dilakukan sebagai bentuk tahapan pelaksanaan pendampingan proyek strategis daerah Kabupaten Mesuji oleh Kejari Mesuji,” ucap Azy di kantornya, Selasa (29/08/2023)
Jika nantinya pihak Kejaksaan Negeri bersama dengan pejabat pengadaan barang dan jasa, pihak Kejari akan melakukan optimalisasi tugas pokok dan fungsinya, yang salah satu kegiatannya berupa monitoring di tempat pelaksanaan pekerjaan.
Baca juga: GKKD Ajukan Tempat Ibadah Permanen, Lurah Rajabasa Jaya Belum Beri Izin, Ini Alasannya
“Akan melakukan koordinasi terbatas kepada semua pihak yang terlibat dalam pengadaan tersebut yaitu PPK, rekanan dan konsultan pengawas serta pihak lainnya" Ujarnya
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mesuji Mesuji Andi S Nugraha mengatakan jika pendampingan di maksudkan agar tidak ada kesalahan yang berpotensi melanggar hukum.
“Adanya pendampingan dari Kejaksaan terkait pelaksanaan proyek strategis agar terhindar dari kesalahan kesalahan hukum Dan memastikan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” jelas Andi.
Baca juga: Ketua MPW PP Lampung Lantik Pengurus MPC PP Lamtim Periode 2023-2027
"untuk Tahun 2023 ini ada 3 item proyek strategis yang ada di Disdikbud Kabupaten Mesuji,l. Diantaranya Revitalisasi SDN 4 Way Serdang senilai Rp.3,8 Miliar, Revitalisasi SMPN 3 Mesuji senilai Rp.3,7 Miliar dan Revitalisasi SDN 21 Way Serdang senilai Rp.3,1 Miliar" Sambungnya.
“Dua item proyek ini bersumber dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK) dan satu lagi dari Dana Alokasi Umum (DAU). Tidak ada yang dari APBD.Jadi, suksesnya pembangunan ini menjadi barometer pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan melalui DAK dan DAU di tahun depan,” terangnya ( Aan.S)