HELOINDONESIA.COM - Calon Anggota DPRD Provinsi Dapil 9 Tangerang Selatan nomor urut 6 dari partai PKB, Lili Erawati menyampaikan visi dan misinya untuk menyejahterakan masyarakat, khususnya daerah Tangerang Selatan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara para relawan dan timses di daerah Alam Sutera pada Selasa (19/12/2023).
Dengan mengusung tema "Saatnya Perempuan Berkarya", Ibu Lili menjelaskan pentingnya kesehatan, pendidikan dan UMKM bagi masyarakat.
Menurutnya, kesehatan begitu penting bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
Baca juga: KPU Tegaskan Setiap Paslon Hanya Boleh Bawa 75 Orang Pendukung ke Acara Debat
"Kesehatan sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak. Hal ini karena kesehatan akan membentuk kecerdasan seorang anak", katanya.
Selain kesehatan, ia juga menyoroti biaya pendidikan bagi masyarakat kalangan menengah kebawah yang tergolong cukup mahal.
Ibu Lili menjelaskan solusi yang digunakan bisa dengan sistem subsidi silang.
Dimana sekolah-sekolah elit dapat memberikan bantuan kepada sekolah yang masih tertinggal.
"Untuk mengatasi biaya pendidikan yang mahal, bisa menggunakan subsidi silang, yaitu dimana sekolah-sekolah elit dapat memberikan bantuan ke sekolah yang masih tertinggal sehingga dapat membantu biaya pendidikan masyarakat kelas menengah kebawah", jelas Ibu Lili.
Dengan adanya subsidi silang tersebut, diharapkan bisa membantu siswa yang kurang mampu.
Baca juga: Cek Kode Rahasia Pada Ban Mobil yang Belum Banyak Orang Tau
Lebih lanjut, ibu Lili juga akan berjuang untuk memperbaiki perekonomian masyarakat dengan mengadakan pelatihan untuk menciptakan UMKM yang berkualitas.
Dia menjelaskan pentingnya UMKM untuk mendapatkan pendapatan tambahan bagi masyarakat sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"UMKM ini sangat penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya pelatihan-pelatihan untuk masyarakat agar menciptakan pelaku UMKM yang mandiri", tutur ibu Lili.
Selain menyampaikan visi dan misi, beliau juga memberikan edukasi mengenai politik uang kepada para relawan dan timsesnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya anti terhadap politik uang.
Baca juga: Upah Rp13 Juta, Istri Bantu Jemput Suami Kurir Sabu Kabur dari Sel Polda
Dalam demokrasi, politik uang merupakan hal yang sangat berbahaya bagi sistem pemerintahan.
Sebab, para pejabat yang melakukan politik uang cenderung akan mengingkari janji-janjinya saat berkampanye.
"Pejabat yang terpilih dengan menggunakan politik uang akan mudah mengingkari janji politiknya karena ia akan lebih memikirkan uangnya untuk kembali dibandingkan untuk memikirkan masyarakat" jelasnya.
