HELOINDONESIA.COM - Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menjadi bahasan penting dalam konsolidasi kader Gerindra daerah pemilihan (Dapil) Banten I.
Dalam konsolidasi partai yang meliputi Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, di Banten, Sabtu (6/1/2024), Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyinggung pertemuan Jokowi dan Prabowo dan soal susu pada Jumat (5/1/2024) di sebuah restoran di Jakarta.
Muzani mengatakan, pertemuan itu bukan hanya sebatas dukungan Presiden Jokowi kepada Prabowo, tapi harapan untuk melanjutkan apa yang sudah dibangun sepuluh tahun terakhir ini.
"Semalam Pak Prabowo makan malam dengan Pak Jokowi. Kalau kemudian ditafsirkan sebagai dukungan sah sah saja. Tapi lebih dari itu, Pak Jokowi berharap kepemimpinannya bisa dilanjutkan oleh Pak Prabowo," kata Muzani dalam pidatonya yang diterima redaksi pada Minggu (7/1/2024).
Baca juga: 884 Taekwondoin Jateng Ikuti UKT, Alex Berharap akan Lahir Atlet Olimpiade
Dijelaskan terkait alasan kenapa kemudian ini dianggap sebagai dukungan Jokowi kepada Pak Prabowo, Muzani mengatakan kalau program-program Pak Prabowo adalah program-program yang menyelamatkan rakyat kecil.
"Memperkuat pengentasan kemiskinan, dan menolong orang-orang miskin. Jadi dukungan dan support dari Pak Jokowi itu mantep, madep, karep untuk Pak Prabowo," imbuhnya.
Muzani mengatakan, itu terbukti dari berbagai lembaga survei yang menempatkan tingkat kepuasan rakyat kepada Presiden Jokowi lebih dari 80 persen.
"Apa artinya? Bahwa rakyat Indonesia, kita semua orang Pandeglang, orang Lebak, orang Banten dan seluruh rakyat Indonesia berharap Pak Prabowo bisa melanjutkan apa yang sudah dikerjakan Pak Jokowi," tambahnya.
Baca juga: Dua Bocah yang Tenggelam di Danau Puri Kartika Sudah Ditemukan Meninggal Dunia
Muzani menjelaskan, beberapa program yang pasti akan dilanjutkan adalah BLT, PKH, Dana Desa, Dana BOS, dan BPJS.
Sementara program unggulan yang bermanfaat untuk rakyat akan direalisasikan seperti makan siang dan susu gratis, dana abadi pesantren, dan pupuk subsidi untuk petani.
"Kenapa kemudian program makan siang dan susu gratis menjadi penting? Pak Prabowo ingin dalam Indonesia Emas 2045, anak-anak generasi penerus kita harus top dan IQ nya harus lebih tinggi. Karena rata-rata IQ orang Indonesia saat ini di bawah 100. Untuk itu maka asupan gizi harus jelas dan susu harus rutin," paparnya.
Memang, lanjut Muzani, biaya untuk makan siang dan susu gratis itu besar. Karena akan dinikmati oleh puluhan juta anak.
Baca juga: Menguji Kualitas Lensa Samyang 85mm f/1.4 AF dan Yongnuo 85mm f/1.8 DF II yang Diharamkan Canon
"Tapi ini demi menciptakan generasi dengan IQ yang cerdas, SDM yang unggul," jelas Wakil Ketua TKN itu.
Muzani menjelaskan, program makan siang dan susu gratis akan menggairahkan ekonomi nasional.
Misalnya, saat ini produksi susu sapi nasional masih rendah, karena kebutuhan susu 75 persen dipenuhi dari luar negeri. Dia mengatakan, ketika program ini berjalan maka rakyat akan berlomba-lomba berternak sapi perah.
