Helo Indonesia

Daftar sebagai Cawabup di PDIP Jateng, Ini Komitmen 3 Tokoh Muda untuk Majukan Kampung Halaman

Jumat, 31 Mei 2024 13:34
    Bagikan  
Daftar sebagai Cawabup di PDIP Jateng, Ini Komitmen 3 Tokoh Muda untuk Majukan Kampung Halaman

Tokoh muda Mahendra Fahrizal (kiri) saat menyerahkan formulir pendaftaran untuk maju sebagai cawabup Purbalingga

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Terdapat realitas menarik dalam pendaftaran Cagub-cawagub, cabup-cawabup, dan calon walikota-calon wakil walikota se-Jawa Tengah di Kantor DPD PDI Perjuangan Jateng atau Panti Marhen di Semarang.

Dari sembilan pendaftar tercatat ada 3 orang calon pemimpin muda yang ikut mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran untuk maju menghadapi kontestasi Pilkada 2024, November mendatang.

Baca juga: Program Ijolke di Semarang Dorong Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah

Ketiga orang tersebut, pertama, yaitu Bima Eka Sakti yang mendaftar sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Tegal yang berusia 32 tahun. Dia mengembalikan formulir pada Rabu (29/5/2024).

Kedua, Mahendra Fahrizal berusia 31 tahun, mengembalikan formulir pada Kamis (30/5). Dia mendaftar sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Purbalingga.

Tokoh muda potensial ketiga adalah Jadug Trimulyo Ainu Amri yang masih berumur 28 tahun lebih satu bulan. Dia mendaftarkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Jepara dan telah mengembalikan formulir pada Kamis (30/5).

Ketiga tokoh muda tersebut sangat percaya diri dan berhasrat memberikan perubahan untuk kampung halaman. Jadug yang diwawancarai di sela-sela pengembalian formulir di Panti Marhen mengungkapkan ia siap diberi tugas apapun, baik sebagai calon bupati maupun sebagai calon wakil bupati.

Baca juga: Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Ketua Umum Minta Peran Aktif DPD dan DPC Sukseskan Kegiatan PP-PAUD

"Intinya, kami niatnya berjuang, mewakafkan diri untuk kemaslahatan masyarakat, khususnya warga Jepara. Apapun itu posisinya, baik itu nomor satu, nomor dua, kita serahkan kepada partai," jelasnya.

Jadug sendiri tercatat sebagai Komisaris Utama PT. Sari Kreasi Boga Tbk, dengan produknya Kebab Baba Rafi.

Perjuangkan Kaum Miskin

Selain Jadug, tokoh muda yang memiliki latar belakang pengusaha yang telah mengembalikan formulir pendaftaran ke DPD PDI Perjuangan adalah Mahendra Fahrizal. Mahendra menyatakan ingin maju sebagai Cawabup Purbalingga karena ingin memperjuangkan hak-hak masyarakat miskin.

"Saya sudah menjadi kader di PDI Perjuangan ini dari tahun 2021, InsyaAllah jika diterima sebagai Cawabup Purbalingga saya ingin memperjuangkan hak-hak orang kecil yang notabene latar belakang saya dari keluarga kecil juga. Karena bapak saya pekerjaan terakhir adalah tukang ojek di Terminal Kota Purbalingga," katanya.

Mahendra bercerita bahwa saat ini usianya menginjak 31 tahun dan memiliki usaha rokok elektrik. "Usaha rokok elektrik dari tahun 2018, sepulangnya dari bekerja di Yogya. Saya hanya satu bidang usaha saja," ujar Mahendra.

Baca juga: Cabor Renang Jateng Berkomitmen Minimal Sumbang Dua Emas di PON 2024

Sebagai tokoh muda, Mahendra mengungkapkan memiliki banyak cara untuk merangkul para pemilih muda. "Kita banyak cara untuk merangkul anak-anak muda, karena tidak kita pungkiri 50 persen pemilih kita merupakan Gen Z atau anak-anak muda. Kita banyak cara, karena kami punya komunitas motor, bola dan voli yang sebelumnya sudah kami rangkul dari lama yang kami support," ujarnya.

Selain itu, Ketua HDCI Banyumas Raya tersebut juga men-support komunitas kopi yang mengikuti kejuaraan di Amerika Serikat. "Baru kemarin, belum lama sekitar satu bulan lalu," ucapnya.

Tokoh muda ketiga yakni Bima Eka Sakti, ia tercatat sebagai pegawai Bapenda Jawa Tengah dan masih berusia 31 tahun. Bima Sakti mendaftarkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Tegal.

Bima Sakti mengatakan banyak hal yang mendorong dia untuk membangun kampung kelahirannya, karena banyak hal yang harus diperbaiki disana. "Optimistis maju untuk bisa memperbaiki Kabupaten Tegal. Apalagi saya melihat terutama soal jalan-jalan di Kabupaten Tegal berlubang," ujarnya.

"Sebenarnya banyak sekali yang perlu diperbaiki, coba buka di medsos (media sosial). Komentarnya, dalane peteng (jalannya gelap), terus isinya kecelakaan dan dalannya bodol ( jalannya rusak). Soal fasilitas umum yang harusnya jadi paling utama untuk dibenahi. Bicara SDM, digitalisasi, pelayanan publik itu juga kita garap," tambah Bima. (Aji)