Helo Indonesia

Pengamat: Jokowi Tak Nyaman dengan Hasil Musra Relawannya

Annisa Egaleonita - Nasional -> Politik
Selasa, 16 Mei 2023 10:12
    Bagikan  
Efriza
Efriza

Efriza - (Foto Ist/Helo Indonesia Lampung)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Pada puncak Musyawarah Rakyat (Musra) Relawan Jokowi, Minggu (14/05/2023), nama-nama calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang paling ditunggu malah tak diumumkan ke publik.

Pengamat Politik Citra Institue Efriza melihat ada keraguan Jokowi atas rekomendasi nama-nama yang disodorkan panitia dari hasil musra di semua provinsi. Penyebabnya, ada dua, katanya lewat keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (15/05/2023).

"Ada dua kemungkinan, satu Jokowi menghormati parpol dan kedua ada nama yang membuat Jokowi tidak nyaman atau ada nama besutan Jokowi yang tidak masuk. Bisa jadi keduanya atau salah satunya," ujar Efriza.

Kemungkinan pertama itu, kata Efriza bisa dianggap oleh Jokowi mengganggu proses-proses yang sedang dia susun bersama partai politik (parpol).

Karena saat ini, Jokowi sedang meningkatkan komunikasi dengan partai untuk memuluskan calon andalannya.

"Bisa mengganggu proses memuluskan 'all's president men', yang sedang dimatangkan. Musra bisa dianggap akan mendahului partai, padahal Jokowi lagi sedang bersusah payah menjalin kesepahaman dengan partai-partai," terang Efriza.

Sementara itu, untuk kemungkinan kedua soal ketidak-nyamanan Jokowi setelah melihat nama-nama yang menjadi rekomendasi Musra.
Dari nama-nama yang beredar di tengah arena Musra, khususnya untuk posisi cawapres agak berbeda dengan yang diharapkan Jokowi.

"Jokowi pasti sudah tahu nama-nama yang masuk rekomendasi, ada kejutan di posisi cawapres. Erick Thohir yang disebut-sebut menjadi salah satu besutan Jokowi, malah tidak masuk. Bisa jadi, Jokowi tidak mau mengumumkan karena itu juga," sambung Pengajar Ilmu Politik di berbagai perguruan tinggi tersebut.

Menurut Efriza, Musra menjadi antiklimaks dengan tidak disebutnya nama-nama hasil rekomendasi tersebut.

"Jelas itu ujung yang tidak diinginkan oleh penyelenggara Musra, antiklimaks jadinya," pungkas Efriza. (HBM)