HELOINDONESIA.COM - Suhu politik makin memanas menjelang pelaksanaan Pemilu 2024. PDIP dan Partai Nasdem Saling Sindir terkait sikap politik dalam upaya memenangkan calon presiden.
PDIP telah resmi mengusung Gubernur Jawa Tengah yang merupakan kader internal partai berlanbang banteng itu Ganjar Pranowo pada Konstestasi Pilpres 2024. Sementara Partai Nasdem berkoalis dengan Demokrat dan PKS memilih Anies Baswedan sebagai capres bersaing dengan PDIP.
Saling Sindir berawal dari elit PDIP menuduh Nasdem bermuka dua lantaran telah membentuk Koalisi Perubahan namun tetap berada di koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.
Baca juga: Arumi Jadi Bintang di Ajang Picturest Art & Craft Exhibition di The Win Hotel Surabaya
Pernyataan PDIP lalu membuat Nasdem geram dan menyebut pernyataan yang disampaikan Kepala Badiklatda PDI Perjuangan (PDIP) Gilbert Simanjuntak itu tidak berdasar. Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya bahkan menyebut PDIP kacang lupa kulit.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menimpali soal kacang lupa kulit. Menurut Hasto, jystru Nasdem seperti kacang lupa kulit lantaran ingkar janji dalam praktik politiknya.
"Kacang lupa kulitnya itu justru malah menyimpang dari apa yang sudah dijanjikan. Padahal spiritnya membangun reformasi, berjuang bagi kemakmuran rakyat," ujar Hasto di Kantor PDIP, Jakarta Pusat dikutip hari Ini, Sabtu (3/6/2023).
Baca juga: Mengerikan, Korban Tewas Tabrakan Kereta di India Mencapai 238 Orang, 900 Luka-luka
Dia juga meminta agar Nasdem, tidak saling tuduh dan menyerang pihak lain namun mengedepankan cara-cara beretika dalam berpolitik. Kata dia lebih baik mengupayakan perbaikan internal daripada mengungkit kesalahan pihak luar.
“Pada Prisipnya, PDIP lebih mengedepankan etika politik ketimbang menyalahkan dan menyerang pihak lain. Karena dalam berpolitik kita lebih merangkul dan bergotong royong. Jika ada kelemahan di internal, kami melihat dan memperbaiki je dalam," paparnya.
