Helo Indonesia

Prabowo Bantah Isu Retak dengan Jokowi: Bagaimana dengan FufuFafa?

Satwiko Rumekso - Nasional -> Politik
Selasa, 11 Februari 2025 13:48
    Bagikan  
Hunungan Prabwo dan Fufufafa
Liputan

Hunungan Prabwo dan Fufufafa - Prabowo menyatakan masih harmonis dengan Jokowi

HELOINDONESIA.COM -Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa isu yang berusaha memecah belah hubungannya dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanyalah propaganda. Dalam pidato di Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama di Surabaya pada 10 Februari 2025, ia menyebut isu itu sebagai taktik "divide et impera" yang tak perlu ditanggapi serius.

"Ada yang mau memisahkan saya dan Pak Jokowi. Lucu juga, boleh buat hiburan, tapi jangan diikuti. Itu ulah mereka yang tidak suka dengan Indonesia," ujar Prabowo.

Isu Perseteruan dan Dampaknya ke Gibran

Spekulasi soal hubungan Prabowo dan Jokowi bukan hal baru. Sebelumnya, polemik akun anonim "Fufufafa" di Kaskus pada September 2024 memicu dugaan perseteruan. Akun itu disebut-sebut mengunggah komentar negatif tentang Prabowo, dengan warganet mencurigai keterlibatan Gibran Rakabuming Raka—putra Jokowi dan Wakil Presiden terpilih. Meski Gibran membantah, isu ini sempat memanaskan diskusi publik.

Analisis Drone Emprit menunjukkan polemik ini berisiko merusak citra Gibran serta mempercepat polarisasi politik. Namun, Prabowo menepis anggapan bahwa hubungan mereka terganggu. Ia dan Jokowi tetap kerap bertemu pascapelantikan, seperti saat kunjungan ke Solo (November 2024), makan malam di Jakarta, dan menghadiri pernikahan anak Akbar Tandjung (Januari 2025).

Prabowo-Jokowi: Dari Rival ke Sekutu Strategis

Prabowo mengakui dirinya banyak belajar dari Jokowi. "Saya belajar dari Pak Jokowi. Kita harus menghormati semua pihak, termasuk yang sudah tidak berkuasa," ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang awalnya tidak terlalu dekat difasilitasi oleh Jokowi menjelang Pilpres 2024.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai upaya memisahkan keduanya hanya akan sia-sia. "Semakin diadu, mereka semakin menyatu. Kepentingan mereka sama: memajukan bangsa," kata Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman. Analis politik Agung Baskoro menambahkan, intensitas pertemuan Prabowo-Jokowi mencerminkan masih kuatnya pengaruh Jokowi melalui Gibran serta sejumlah menteri yang tetap dipertahankan di kabinet.

Proyeksi ke Depan: Stabilitas Politik dan Peran Gibran

Sebagai wakil presiden, Gibran berada dalam posisi strategis sekaligus rentan. Polemik "Fufufafa" dan isu pecah belah dapat mengganggu kredibilitasnya jika tidak ditangani secara transparan. Namun, sikap Prabowo yang tak ambil pusing terhadap isu ini, serta kerja sama terbuka dengan Jokowi, menunjukkan upaya menjaga stabilitas politik.

Prabowo juga mengingatkan bahwa strategi pecah belah selalu merugikan bangsa. "Dari zaman penjajahan, ini selalu digunakan untuk melemahkan kita. Jangan sampai terprovokasi," katanya. Dengan demikian, sinergi Prabowo, Jokowi, dan Gibran diprediksi tetap menjadi faktor penting dalam dinamika politik ke depan.