LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Susunan kepengurusan DPD I Partai Golkar (PG) Provinsi Lampung periode 2025-2030 masih tarik-ulur terutama untuk posisi sekretaris yang akan jadi motor partai. Sebelum Musda XI, Aprozi Alam yang digadang-gadang posisi tersebut.
Tapi, menurut Alzier Dianis Thabranie, draf kepengurusan belum final. Dia mengharapkan Ketum Partai Golkar Pusat Bahlil Lahadania mencermati draf kepengurusan dengan pertimbangan untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar Lampung.
Alzier yang masuk tim formatur dari unsur ormas pendiri Partai Golkar mengatakan Ketum DPP Partai Golkar memiliki diskresi untuk mengubah nama-nama yang diajukan Ketua Umum dengan berbagai pertimbangan untuk kebesaran Partai Golkar.
Dia berharap Bahlil Lahadania melakukan evaluasi total terhadap draf yang diajukan DPD I Partai Golkar Lampung. "Jangan sampai, kepengurusan berdasarkan selera, kepentingan partai yang harus menjadi landasan penempatan seseorang dalam kepengurusan," katanya.
Sebelum Musda Golkar Lampunga akhir Agustus lalu, Aprozi Alam digadang-gadang sebagai sekretaris DPD I Partai Golkar yang akan mendampingi Ketua Terpilih Hanan A Rozak pada kepemimpinannya 2025-2030.
Aprozi sebelumnya sempat ingin jadi ketua. Negosiasi kedua anggota DPR RI tersebut dengan DPP Partai Golkar, posisi tersebut yang akhirnya disepakati agar musda berjalan mulus dan bulat: Hanan ketua dan Aprozi sekretaris.
Munculnya komposisi tersebut sempat dikritisi Alzier. Ketua Depidar Soksi Lampung ini mengatakan jika sudah diatur sebelum musda tak perlu lagi ada musda. Dia sempat mengkhawatirkan demokrasi di tubuh Golkar.
Pada saat Musda XI DPD I Partai Golkar Lampung di Novotel, Minggu (31/10/2025), Aprozi Alam sempat protes hingga berakhir ricuh dan saling usir bahkan Fanzir Zarami sempat dikeroyok pendukung Aprozi yang menghendaki Ketua AMPG Lampung itu masuk formatur. (HBM)
-
