LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Tokoh masyarakat Lampung, Irjen Pol. (Purn.) H. Dr. Ike Edwin, SIK, SH, MH, MM mengapresiasi aksi damai yang digelar Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML) di kawasan Tugu Adipura, Kota Bandarlampung, Sabtu (27/6/2026). Aksi itu respon atas safari politik Jokowi ke Lampung.
Apresiasi tersebut disampaikan secara langsung saat menerima jajaran pengurus dan perwakilan FSML di Lamban Gedung Kuning, Kota Bandarlampung, usai aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, Sabtu (27/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, hadir Gunawan Pharrikesit selaku Koordinator aksi Tolak Jokowi, Hj. Bunda Merry, S.Ag selaku aktivis FSML, beserta jajaran pengurus dan sejumlah perwakilan massa aksi lainnya. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, serta diwarnai dialog mengenai berbagai aspirasi yang telah disampaikan dalam aksi damai sebelumnya.
Ike Edwin menilai bahwa aksi yang dilaksanakan FSML merupakan wujud pelaksanaan hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Menurutnya, kebebasan berpendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dijaga, namun pelaksanaannya tetap harus mengedepankan etika, ketertiban, serta penghormatan terhadap hukum.
"Saya mengapresiasi Forum Suara Masyarakat Lampung yang telah menyampaikan aspirasi secara damai. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam negara demokrasi. Yang terpenting, semuanya disampaikan secara santun, tidak anarkis, tetap menghormati hukum, dan menjaga persatuan bangsa," ujar Ike Edwin.
Mantan Kapolda Lampung tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas daerah di tengah berbagai dinamika politik nasional.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan maupun mengganggu stabilitas keamanan yang selama ini terjaga di Provinsi Lampung.
Menurutnya, negara yang demokratis harus mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, sementara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan berkewajiban mendengar serta menyikapi setiap aspirasi secara bijaksana sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
"Negara yang kuat adalah negara yang mampu mendengar suara rakyatnya. Aspirasi yang disampaikan secara damai harus dihormati, sedangkan penyelesaiannya harus dilakukan melalui jalur hukum dan konstitusi. Dengan demikian, demokrasi akan tumbuh semakin dewasa dan tetap menjaga persatuan bangsa," tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Aksi Tolak Jokowi, Gunawan Pharrikesit, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat serta wejangan kebangsaan yang diberikan Irjen Pol. (Purn.) H. DR. Ike Edwin kepada seluruh peserta aksi.
Menurut Gunawan, dukungan dan nasihat dari tokoh masyarakat menjadi motivasi bagi FSML untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui cara-cara yang damai, santun, serta sesuai koridor hukum dan konstitusi.
Tokoh Masyarakat Lampung, yang juta aktifis FSML, Hj. Bunda Merry, S.Ag., juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan bersilaturahmi dan berdialog secara langsung di Lamban Gedung Kuning.
Ia menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan di tengah perbedaan pandangan yang berkembang di masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ayahanda Dang Ike atas sambutan, arahan, dan wejangan yang beliau berikan. Bagi kami, demokrasi harus dijalankan dengan tetap menjunjung tinggi adab, persaudaraan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Aspirasi yang kami sampaikan merupakan bentuk kepedulian agar Indonesia semakin maju, adil, dan menjunjung tinggi supremasi hukum," ujar Hj. Bunda Merry.
Pertemuan di Lamban Gedung Kuning ditutup dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Seluruh pihak sepakat bahwa perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi merupakan hal yang wajar, namun persatuan, keamanan, dan kondusivitas Provinsi Lampung harus tetap dijaga sebagai tanggung jawab bersama.
Silaturahmi tersebut menjadi simbol bahwa ruang dialog antara tokoh masyarakat dan elemen masyarakat tetap terbuka sebagai upaya memperkuat demokrasi, membangun komunikasi yang sehat, serta menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. (Rls/Mikhy)
