LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Di tengah pro dan kontra pemberian gelar adat dari lima kerajaan di Lampung kepada Jokowi, tokoh masyarakat dan politisi Alzier Dianis Thabranie (ADT) memberikan tanda jempol kepada Presiden ke-7 RI itu saat berkunjung ke Lampung.
Menurut dia, pemberian gelar adat tersebut merupakan salah satu wujud adab dan penghormatan sekaligus rasa syukur dan terima kasih kepada Jokowi yang telah datang dan menjadikan daerah ini kunjungan pertama safari politiknya.
Kata Alzier, agama yang diyakininya mengajarkan untuk memuliakan tamu, apalagi tamu istimewa, mantan presiden. "Apalagi tamunya istimewa, mantan kepala negara," katanya.
Alzier menyarankan masyarakat jangan buang energi sia-sia memperdebatkan kedatangan Jokowi selama tiga hari di Lampung. "Kita harus arif dan bijaksana sesuai falsafah nemui nyimah orang Lampung," ujarnya.
Menurut Alzier, tidak perlu menjadi polemik dan ditarik ke ranah politis terkait pemberian gelar sebagai balasan kunjungan Jokowi ke masyarakat adat di Lampung. Istilahnya, wat cawa wat timbal yang artinya ada omongan ada balasan.
Joko Widodo menerima gelar adat kehormatan "Baginda Pemuka Bangsa" dari lima kerajaan adat Lampung. Prosesi berlangsung di Kedatun Keagungan, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu,Sabtu.( 27/6/2026).
Pemberian gelar adat merupakan salah satu agenda kunjungan Jokowi ke Lampung pada 26–28 Juni 2026. Selain menghadiri acara adat, ia juga dijadwalkan mengikuti sejumlah kegiatan, termasuk pertemuan dengan relawan, tokoh masyarakat, dan menghadiri kegiatan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (HBM).
