Helo Indonesia

Tokoh Kritikus Ini Sebut: Demi Perubahan SBY Legowo Anies - Gatot Nurmantyo

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Sabtu, 8 Juli 2023 12:08
    Bagikan  
Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo
Twitter / @faizalassegaf)

Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo - Anies Baswedan didorong pilih Gatot Nurmantyo sebagai cawapres. (Foto: Twitter / @faizalassegaf)

HELOINDONESIA.COM - Anies Baswedan belum tiba ke Tanah Air karena masih di Arab  Saudi dalam rangkaian ibadah haji dan rangkaian kunjungan lainnya. Tapi, dia menjanjikan, tanggal 16 Juli akan mengumumkan nama cawapres yang dipilihnya.

Sejauh ini ada nama AHY (Agus Harimurti Youdhoyono) sebagai cawapresnya, ada juga belakangan disebut-sebut nama Yenny Wahid. Sebelumnya disebut juga Khofifah Indarparawansa, Gubernur Jawa Timur untuk nominasi cawapres itu.

Namun, sebelum berangkat menunaikan ibadah haji, Anies baswedan menambahkan kriteria untuk cawapresnya. Semula dia menyebut lima kriteria, nomor 1-5, kemudian Anies menambahkan satu lagi persyaratan, yakni nomor 0, yang diidentikkan dengan pemberani.

Dalam hal inilah kemudian disebut-sebut nama Gatot Nurmantyo, karena dia dari militer, dan tentu saja pemberani. AHY juga militer, tapi dari kepangkatan terakhir, terpaut jauh.

Baca juga: Relawan Jokowi Mulai Dukung Prabowo, Pengamat : Karena Kedekatan Pemimpinnya

Terkait inilah tampaknya kritikus Faizal Assegaf mengatakan, Gatot Nurmantyo cocok untuk menjadi pasangan Anies Baswedan. Faizal Assegaf membuat tulisan yang dimulai dimulai dari aktivitas ratusan purnawirawan TNI yang memberikan dikungan ke Anies.

Dalam tulisannya, Faizal Assegaf  mengatakan, beberapa hari lalu 170 purnawirawan TNI beri dukungan pada Anies Baswedan. Deklarasi itu muncul seminggu setelah pidato Gatot Nurmantyo melempar kritikan keras pada rezim Jokowi.

Di akar rumput makin masif rakyat bergerak suarakan perubahan. Sejumlah desa di Jawa Tengah dan Jawa Barat bersatu usung tema: Seratus persen dukung Anies.

Baca juga: Akibat Rasisme, Kompetisi Liga 1 Akan Dihentikan Sementara

Suara senyap di barak-barak militer, prajurit TNI butuh hidup yang sejahtera. Tentu mayoritas anggota Polri dan PNS pun sangat berharap perubahan.

Berbagai elemen sipil progresif makin kencang menyuarakan keprihatinan bernegara. Maraknya suara kritis itu mewakili kegelisahan seluruh anak bangsa.

“Hanya orang-orang bodoh yang mau bertahan dan terperangkap di gelapnya gorong-gorong kekuasaan. Di lokasi ini, pencopetan uang negara dan sumber kekayaan alam dirampok,” tulis Faizal Assegaf.

Baca juga: Tepat, Doa dan Naluri 3 Tokoh Ini, Jenazah Mahasiswa Tenggelam Muncul Hari ke-3

Dia menyebutkan, menurut Gatot Nurmatyo, "Korupsi menggila-gila di semua sektor, ini yang membuat kita marah dan sedih. Anggaran negara yang diambil dari pajak masyarakat yang lagi susah, dikorupsi di berbagai lini".

Faizal Assegaf  menambahkan, suara kritis mantan Panglima TNI ini kian bergema diberbagai forum terbuka. Gatot mengajak seluruh elemen bangsa bersatu akhiri ketidakadilan. Sikap moral itu menui simpati rakyat.

“Tentu AHY dan pak SBY pun tergugah, setuju Gatot Cawapres. Tersiar kabar, sebagian besar elite dan simpatisan Partai Demokrat sangat happy bila Anies dan Gatot bersinergi maju Pilpres,” tulisnya.

Baca juga: Masuk Bursa Cawapres Anies, Yenny Wahid Malah Sebut Anies Belum Tentu Nyapres

Jika rumor itu benar, lanjut Faizal Assegaf, tentu sangat elok. Mengingat duet Anies - Gatot semakin kencang disuarakan. Kedua tokoh punya visi dan tekat memajukan hidup rakyat. Menurut dia, demi perubahan, SBY legowo bila Anies Baswedan berpasangan dengan Gatot Nurmantyo.

“Demi rakyat dan perubahan, tentu sikap legowo SBY sangat diharapkan. Terlebih AHY masih sangat muda dan punya peluang besar di masa depan,” tandasnya.

“Sikap tulus demi memenangkan aspirasi rakyat mesti dikedepankan. Dengan cara itu, SBY dan Demokrat akan dikenang dan dihormati rakyat. Semoga!” tulis Faizal Assegaf lagi. (*)

(Winoto Anung)