Helo Indonesia

Pengamat : Bunuh Diri Politik Jika Golkar Dukung Anies

Drajat Kurniawan - Nasional -> Politik
Senin, 7 Agustus 2023 21:33
    Bagikan  
Pengamat Politik Ujang Komarudin
Foto : Tangkapan Layar

Pengamat Politik Ujang Komarudin - (Instagram)

HELOINDONESIA.COM - Partai Golkar secara terang-terangan tak mendukung bakal calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Rasyid Baswedan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai Golkar tidak mendukung Anies lantaran Airlangga Hartarto menjadi pimpinan partai berlambang pohon beringin itu pada Musyawarah Nasional (Munas) 2019, lantaran mendapatkan dukungan dari Jokowi.

Apalagi menurut Ujang, sejak masuk pemerintahan Airlangga Hartarto berada di tangan Jokowi. Wajar akhirnya kata Ujang, jika Airlangga tak dukung Anies karena tidak mendapatkan restu dari Jokowi.

"Airlangga itu dulu pas Munas didukung oleh Jokowi. Makanya Pak Airlangga itu dari dulu ikut Presiden. Kalau Presiden tidak ke Anies, Airlangga dan Golkar juga tidak. Jadi Airlangga tidak mungkin dukung Anies, karena Presiden tidak mendukung Anies," kata Ujang saat dihubungi, Senin ,7 Agustus 2023.

Baca juga: Sepakat Dengan Golkar, PAN Tak Akan Merapat ke Koalisi Parpol Pengusung Anies

Selain itu jika Golkar dukung Anies, Ujang mengungkapkan, akan beresiko terutama soal nasib Airlangga yang tengah terseret kasus izin ekspor CPO atau bahan baku minyak goreng di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Maka bisa dikatakan, Ujang menegaskan, Golkar melakukan bunuh diri politik jika mendukung Anies.

"Konsekuensi kalau mendukung Anies itu persoalan hukum akan terus naik, akan mengintai dirinya, bisa memjerat dirinya. Makanya Golkar tidak akan melakukan bunuh diri politik. Itu sudah sesuai dari awal," ujarnya.

Baca juga: Tahan Imbang 1-1 Barcelona di Babak Pertama, Akhirnya Bhayangkara Presisi Kalah Tipis

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyiratkan adanya paksaan terhadap Airlangga dan Golkar untuk tak mendukung Anies. Terkait hal itu, Ujang tidak bisa memastikan. 

"Saya sudah membaca politik belakang layar, sejatinya memang Airlangga dan Golkar tidak ke Anies. Ada paksaan atau tidak, bisa iya atau tidak. Itu Pak Airlangga sendiri yang tahu," paparnya.

Lebih lanjut Ujang menyampaikan, parpol yang sudah berada di dalam barisan pendukung pemerintahan cenderung akan menjatuhkan pilihan ke bakal capres Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto.

Baca juga: Revitalisasi Gerakan Imade untuk Memajukan Kabupaten Demak

Sebab, parpol tersebuy khawatir mendukung capres lain selain Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto lantaran sejumlah elit parpolnya terseret persosalan korupsi.

"Saya dari dulu melihat partai-partai pendukung pemerintah, di luar NasDem itu tidak akan mendukung Anies, karena pasti takut, karena banyak tersandera oleh persoalan-persoalan hukum. Koalisi pemerintah juga berkomitmen di antara mereka untuk mendukung Ganjar dan Prabowo," tutupnya.