HELOINDONESIA.COM - Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) kompak menutup peluang berkoalisi dengan partai pendukung Anies Baswedan. Dua partai yang tergabung dalam koalisi Indonesia bersatu (KIB) itu hanya akan berkoalisi dengan partai pro Pemerintah.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra tidak mempermasalahkan keputusan Golkar dan PAN tersebut. Justru dia menghormati kedaulatan dan pilihan politik kedua partai itu.
Menurutnya, sikap politik parpol besutan Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan tersebut menunjukkan sikap tegas dan bermartabat.
"Jadi jelas mendukung siapa atay tidak mendukung siapa. Itu menunjukkan martabat, harga diri parpol bersangkutan," kata Herzaky kepada wartawan, Selasa (8/8).
Baca juga: Pasar Wayhalim Dipilih Kementerian Jadi Pasar Standar Nasional Indonesia
Meski demikian, Herzaky mengungkapkan bahwa semangat perubahan dan perbaikan tidak dimiliki oleh partai tersebut. Karena itu, kata dia, partai tidak akan memaksa dua partai itu untuk ikut bergabung mengusung Anies.
"Kalau memang tidak punya semangat melakukan perubahan dan perbaikan, janganlah dipaksa-paksa bergabung,” ujar dia.
Menurutnya, Demokrat, NasDem, serta PKS memiliki semangat menggelorakan perubahan dan perbaikan. Sementara Sikap politik PAN dan Golkar tidak sejalan dengan koalisi perubahlan.
Baca juga: Tak Sekedar Menambah Rasa dan Aroma Masakan, Berikut 8 Khasiat Daun Salam untuk Kesehatan
Dikhawatirkan, imbuh dia, sikap berbeda tersebut akan menimbulkan perpecahan di internal. “Sudah tepat itu langkah teman-teman. Karena semangatnya beda, jiwanya beda. Nanti malah pecah di dalam," ujarnya.
Herzaky menambahkan, partainya yakin akan memenangkan Anies Baswedan di Pilpres 2024 bersama NasDem dan PKS yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
“Yakin. Kalau tidak yakin jangan bareng koalisi perubahan berjuangnya,” pungkasnya.
