HELOINDONESIA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperlihatkan sikap mesra dengan bakal dua kandidat capres yaitu Ganjar Pranowo Prabowo Subianto di Kebumen, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Pengamat politik Refly Harun menilai hal yang dapat membuat ketiga tokoh tersebut menjadi dekat yaitu karena yang harus dihadapi bersama yaitu bakal capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan.
"Satu hal yang menyatukan mereka karena merasaa sepertinya menghadapi musuh yang sama yang mereka khawatirkan, itulah Anies Baswedan," ucapnya dilansir dari YouTube Refly Harun, Rabu (9/8).
Meski Demian menurut Refly, kemesraan Jokowi, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto menandakan adanya keakraban sehingga ketiganya bisa saling melakukan komunikasi.
Baca juga: Bawaslu Daerah Diminta Persiapkan Diri, Banyak Muncul Sengketa DCS Pileg 2024
"Sebenarnya kemesraan Jokowi, Ganjar dan Prabowo, kalaui kita adil melihatnya dari dua aspek, aspek pertama adalah keakraban bahwa diantara mereka bisa saling komunikasi, kedua pasti ada keakraban," ujarnya.
Namun di sisi lain, Refly melihat adanya negatife side dari kemesraan tersebut yaitu kecemasan. Meskipun dalam survei, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo selalu unggul dan Anies hanya meraih urutan ke-3.
"Karena kalau misalnya hasil survei itu benar nomor 1 dan nomor 2 itu adalah Ganjar Pranowo dan Prabowo, yang terjadi justru dari negatif sidenya kemesraan itu menunjukkan kecemasan mereka terhadap melambungnya popularitas Anies," ujarnya.
Baca juga: PWI Pesawaran Kedatangan Polwan Cantik AKBP Maya Henny
Dia menambahkan, meski terlihat dekat dan akrab antara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, keduamya pasti tetap ada rasa ingin bersaing satu sama lain di Pilpres 2024. Apalagi dalam sejumlah survei lembaga politik, Elektabilitas keduanya tidak terpaut jauh.
"Maka tidak mungkin tidak bersaing di antara mereka, Anies kan selalu tercecer di nomor 3 misalnya, Litbang Kompas bahkan menempatkan Anies cuma 13% sementara Ganjar 25/26% Prabowo 18% kurang lebih," tandasnya.
