HELOINDONESIA.COM - Menjadi berita besar, Yenny Wahid menyatakan siap menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk capres mana pun, termasuk untuk capres Anies Baswedan.
Terkait hal ini kalangan Partai Demokrat menilai Yenny Wahid sosok yang bagus, tapi tidak cocok untuk cawapres Koalisi Perubahan.
“Mbak Yenny buat saya bagus. Bahkan lengkap sekali dgn segala atribusi yg melekat dalam diri beliau. Namun utk posisi Wapres di koalisi perubahan, buat saya beliau tidak pas, tidak cocok. Mungkin cocoknya di koalisi yg lain,” ujar Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon, dalam keterangannya melalui X (Twitter), Rabu malam.
Menurutnya, jika koalisi ini menang, sebagaimana namanya perubahan, banyak hal yg ingin kami ubah. Dan idealnya Cawapres perubahan ini memang yg selama ini wajahnya merepresentasikan hal itu.
Baca juga: Harry Maguire, Kapten Tim MU Itu Akhirnya Dijual ke West Ham
Agar koalisi ini juga semakin kuat posisi dan brandingnya di rakyat yang ingin perubahan. Dimana semakin hari semakin besar dan luas dukungannya. Jansen menyebut Yenny Wahid bukan sosok Perubahan, melainkan status quo, karena bagian dari rezim sekarang.
Tentu mereka akan bingung jika koalisi yg katanya mengusung perubahan malah mencalonkan tokoh yang bukan perubahan, apalagi dia tokoh “status quo” atau bagian dari rezim ini. Baik dia bagian inti atau pinggiran rezim ini.
“Tentu jikapun saya misalnya jadi pak Jokowi termasuk para pendukung rezim ini, pasti akan tidak sukalah: “anda selama ini ikut menikmati rezim ini kok malah tiba-tiba mau mengkritiknya dan pindah ke barisan perubahan lagi,” ujar Jansen dengan akun @jansen_sp.
Jadi, lanjut dia, ini sebenarnya untuk kebaikan bersama. Biarlah teman-teman yang selama berada dan ikut di rezim ini: mendukung lanjutkan, kami yang diluar mengusung perubahan. Biar nanti rakyat yang menentukan di pemilu siapa yang menang dan mendapat dukungan terbanyak.
Menurut pemahamannya, karena yg jadi perhatian saat ini adalah soal pengisian posisi Cawapres — karena tinggal ini yang kosong dan koalisi perubahan ini juga sudah cukup syarat berlayar 20 porsen — tentulah banyak peminat dari luar sana yang merasa dirinya pantas dan ingin mengisi posisi itu.
:Jadi bagi para peminat, jika diri anda selama ini tidak merepresentasikan perubahan — apalagi jadi bagian dan ikut menikmati rezim ini — saya pribadi berharap anda cari koalisi lain saja jika mau jadi Cawapres,” tegas Jansen.
Baca juga: MK Diminta Waspadai Agenda Terselubung Dibalik Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres
“Saya pribadi akan menentang anda, minimal di rapat-rapat di partai saya Demokrat yg adalah pemegang 9,3 % (porsen) dalam koalisi perubahan ini. Soal apakah pendapat saya itu akan menang atau kalah, tidak terlalu penting buat saya. Penting saya akan bersuara menentang dan menolak anda yg tidak merepresentasikan perubahan namun ingin jadi Cawapres di koalisi ini,” tandas Jansen Sitindaon, Wasekjen Partai Demokrat. (*)
(Winoto Anung)
