HELOINDONESIA.COM - Politisi Fahri Hamzah mengkritik koalisi parpol yang ada saat ini karena lebih mengedepankan pengumpulan cari tiket Pilpres, bukan ide atau gagasan.
"Pertemuan-pertemuan selama ini, bukan pertemuan gagasan. Tapi merupakan pertemuan, kamu punya berapa tiket? Tiketnya bisa digabung atau tidak, serta berbasisnya lebih pragmatis dan transaksional," kata Fahri yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu.
Fahri mengatakan, sistem PT 20 persen menyebabkan parpol berupaya untuk mengumpulkan tiket Pilpres agar bisa mencalonkan capres. Sehingga kepentingan pragmatis dalam mengumpulkan jumlah tiket lebih diutamakan daripada gagasan.
"Jadi memang ada kepentingan pragmatis supaya partai-partai mengumpulkan jumlah tiket Pilpres yang cukup. Karena itu mungkin perubahan akan mungkin terjadi pada saat last minute. Hal Ini akibat persyaratan PT 20 persen," katanya.
Menurut dia, persyaratan PT 20 untuk mengusulkan capres saat ini, kata Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019, membuat koalisi parpol sekarang sangat rawan, seperti yang terjadi di Pemilu 2024.
Karena itu, pertemuan elite parpol hanya melahirkan simbolisasi dari figur capres yang didukung, bukan lagi melihat gagasannya.
"Makanya kemudian koalisinya bergantung kepada pengumpulan tiket Pilpres atau PT 20%. Makanya dia sangat bergantung juga kepada posisi dari calon presiden dan wakil presidennya," katanya.
Baca juga: Neymar Resmi Gabung ke Al Hilal Setelah Kesepakatan Transfer Rp1,5 Triliun dengan PSG
Namun, terlepas dari hal itu, kondisi sekarang justru menguntungkan posisi Prabowo, karena dia semakin diperlukan bagi kepemimpinan Indonesia yang akan datang.
Waketum Partai Gelora ini berpandangan, Prabowo menjadi capres yang paling kuat dan solid saat ini, termasuk dari sudut pembiayaan, sementara capres lain masih menunggu kepastian.
"Posisi Pak Prabowo sekarang sangat menguntungkan sebagai calon yang sudah akan jadi di hari-hari ke depan. Kita akan lihat stabilitas dukungan kepada Pak Prabowo akan semakin tinggi kita lihat ke depan," ujarnya.
Baca juga: Presiden Bantah Ikut Campur Koalisi 4 Parpol, Pendukung: Hati-hati Jokowi Sedang Diperalat
Sebab, Partai Gelora melihat dalam situasi seperti sekarang, dimana lingkungan global yang berubah, bahwa figur seperti Prabowo Subianto ini diperlukan secara geopolitik untuk menjadi juru bicara bangsa sebesar Indonesia.
"Secara geopolitik Pak Prabowo diperlukan oleh Indonesia untuk menjadi juru bicara bagi sebuah bangsa besar yang harusnya punya peranan yang lebih aktif dimasa akan datang," katanya.
Fahri berpandangan, bahwa figur Prabowo adalah sosok yang dikehendaki para pendiri bangsa, karena memiliki reputasi di dalam dan luar negeri. Sehingga bisa ikut menjaga perdamaian dunia seperti apa yang diamanatkan dalam konstitusi.
"Peran global Indonesia dalam pengaturan tata dunia ke depan akan semakin diperlukan, Dan orang yang punya kapasitas atau calon presiden yang punya kapasitas sebesar itu, adalah Pak Prabowo," katanya. (**)
