HELOINDONESIA.COM - Golkar dan PAN memberikan dukungan secara resmi kepada calon presiden (capres) Gerindra Prabowo Subianto untuk maju di Pilpres 2024.
Pegiat Medsos Denny Siregar mengaku dukungan Golkar dan PAN untuk memperkuat Koalisi Gerindra dan PKB merupakan hal yang wajar dalam dunia politik.
"Sekarang Golkar, PAN, Gerindra, PKB deklarasi koalisi. Biasa itu..," ujar Denny dalam cuitannya di Twitter pribadinya dilansir, Selasa 15 Agustus 2023.
Namun Denny memperkirakan, jika koalisi partai yang ada saat ini masih dinamis. Koalisi Gerindra, PKB PAN dan Golkar tidak tertutup kemungkinan akan berubah. "Ntar juga dekat2 pendaftaran, posisi koalisi berubah lagi," terangnya.
Permasalahannya menurut Denny yaitu penentuan sosok Cawapres akan menjadi permasalahan krusial bagi koalisi 4 partai parlemen tersebut.
Nantinya, Denny mengungkapkan, PKB sebagai partai yang lebih dulu bergabung dengan kubu Prabowo akan ngotot memaksakan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar Alias Cak Imin menjadi pendamping Prabowo.
Akibatnya, kata dia hal tersebut dapat memicu perpecahan koalisi Gerindra. Bahkan imbuh dia, jika Cak Imin gagal menjadi cawapres, PKB bakal berputar haluan mendukung capres lain.
Baca juga: Merasa Dirugikan, Peserta Tender DTW Curugsewu Layangkan Sanggah Banding ke Disporapar
"Ribut siapa yang berhak ajukan cawapres. Akhirnya PKB keluar karena gak dihargai," ucap dia.
Dia juga memperkirakan, koalisi partai menjelang pendaftaran capres-cawapres akan berubah seperti koalisi partai di Pemilu tahun 2019. "Bisa2 posisi koalisi sekarang, mirip2 dgn 2019," tandasnya.
