Helo Indonesia

Pertanda Apakah? Dua Fauzi Lintas Generasi Bertemu, Satukan Asa untuk Anak Muda

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
1 jam 18 menit lalu
    Bagikan  
KARANG TARUNA
HELO LAMPUNG

KARANG TARUNA - Amin Fauzi AT dan Wahrul Fauzi Silalahi

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Siang itu, Senin (6/7/2026), sebuah pertemuan sederhana di kediaman keluarga besar Amin Fauzi AT di Jl. Salim Batubara, Kupang, Kota Bandarlampung, menghadirkan nuansa sarat makna. Dua sosok yang sama-sama akrab disapa Fauzi, berasal dari dua generasi berbeda, duduk semeja membicarakan satu hal yang sama: masa depan anak muda Lampung.

Fauzi pertama adalah Drs. H. Amin Fauzi AT, SE, MBA (68). Namanya telah lama lekat dengan perjalanan Karang Taruna di Lampung. Sejak era 1990-an, ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang tak pernah lelah menggerakkan generasi muda agar peduli terhadap lingkungan sosial, memiliki semangat gotong royong, serta menyiapkan diri menjadi bagian dari masa depan bangsa.

undefined

Sementara itu, Fauzi kedua adalah Wahrul Fauzi Silalahi, SH (40), anggota DPRD Provinsi Lampung yang memiliki rekam jejak panjang dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kiprahnya dimulai dari dunia advokasi saat dipercaya memimpin LBH Kota Bandarlampung, sebelum kemudian melanjutkan pengabdiannya melalui jalur politik.

Percakapan keduanya mengalir hangat. Mereka saling bertukar pandangan tentang perubahan karakter anak muda dari masa ke masa. Jika dahulu tantangan lebih banyak datang dari keterbatasan kesempatan, kini generasi muda dihadapkan pada derasnya arus digitalisasi, budaya individualistik, penyalahgunaan narkoba, tawuran, hingga lunturnya kepedulian sosial.

Dalam pandangan mereka, Karang Taruna harus kembali menjadi rumah besar bagi anak-anak muda. Organisasi ini bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan ruang untuk menumbuhkan kepedulian, mengasah kepemimpinan, melahirkan kreativitas, serta memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat. Dari sanalah diharapkan lahir generasi yang mampu menyongsong cita-cita Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Kiprah Amin Fauzi AT, Sang Penjaga Nyala Api Karang Taruna Lampung

Meski dipisahkan oleh usia hampir tiga dekade, kedua Fauzi tampak berada pada frekuensi yang sama. Yang satu membawa pengalaman panjang sebagai penjaga api pengabdian, sementara yang lain hadir dengan semangat generasi baru yang memahami tantangan zaman. Keduanya sama-sama percaya bahwa masa depan bangsa bertumpu pada kualitas generasi mudanya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri tiga senior kader Karang Taruna Lampung, yakni Abdullah Fadri Auli (Aab), Gurmewa, dan Herman Batin Mangku.

Sebelumnya, pada Rabu (17/6/2026) malam, mereka bersama sejumlah senior Karang Taruna lainnya telah menggelar silaturahmi di Griya Innayah untuk merumuskan langkah menghidupkan kembali kejayaan organisasi yang selama puluhan tahun menjadi kawah candradimuka kader-kader sosial di Lampung.

Lalu, apakah pertemuan dua Fauzi lintas generasi ini sekadar kebetulan? Ataukah ia menjadi isyarat bahwa estafet pengabdian mulai menemukan tangan-tangan baru yang siap melanjutkan perjuangan? Waktu yang akan menjawabnya.

Baca juga: Sesepuh Karang Taruna Lampung Turun Gunung, Ingin Kembalikan Kejayaan Wadah Anak Muda Ini

Namun satu hal yang pasti, ketika para senior dan generasi penerus duduk dalam satu lingkaran, berbagi gagasan dan menyalakan harapan, selalu ada alasan untuk percaya bahwa api Karang Taruna belum padam.

Ia hanya sedang menunggu lebih banyak anak muda datang, meniupkan kembali bara pengabdian demi Lampung yang lebih maju dan Indonesia yang lebih kuat. (Hajim)