HELOINDONESIA.COM - Dinamika politik telah terjadi, dan masing-masing parpol telah membentuk barisan. Kini Koalisi Prabowo yang paling gemuk. Dulu pendukung Anies Baswedan merasa jagoannya diserang dari berbagai penjuru, kini giliran pendukung Ganjar Pranowo yang merasa jagoannya dikeroyok.
Namun, bagi sementara pihak, pengelompokan koalisi saat ini dianggap belumlah final. Koalisi masihlah bisa pecah lagi, dan koalisi-koalisi kemungkinan masih bisa berubah.
Yang menarik, kini pengukung Ganjar mengaku, semakin dikepung semakin didukung. Ini pengakuan netizen. Menurut mereka, setelah pemberitaan terkait “Ganjar Dikeroyok” yang sampai menjadi hot topic di laman Twitter, pasca berhentinya kapal milik PAN dan Golkar di pelabuhan Gerindra membuat Ganjar dianggap tersudut oleh koalisi jumbo.
Pasalnya, lanjutnya, kedua partai yang baru saja memarkirkan kapalnya tersebut seolah-olah menampakkan begitu besarnya koalisi Prabowo, sehingga banyak yang menyebutnya sebagai koalisi raksasa. Koalisi gendut Prabowo Subianto, itu belum tentu akan menang di Pilpres.
“Kendati demikian, biarpun koalisi Prabowo
Baca juga: PKB Sebut Penentuan Cawapres Ada di Tangan Prabowo dan Cak Imin
nampak menggendut dan membesar bukan berarti kemenangan mutlak akan dirasakan oleh Prabowo, lantaran menggunakan kekuatan dari partai koalisinya. Namun perlu diingat, mau sebanyak apapun partai yang berlabuh ke koalisi Prabowo, masih akan kalah dengan kekuatan dari suara rakyat,” ujar netizen @Kakekhalal itu.
Jumlah suara parpol belum ada apa-apanya, jika dibandingkan dengan suara rakyat. Sehingga yang paling banyak menentukan kemenangan adalah suara rakyat, bukan yang lain!
“Meskipun sejauh ini Ganjar terlihat terkepung oleh koalisi besar milik Prabowo, tak akan pernah membuat nyalinya ciut dan menyerah. Justru sebaliknya, sosok Ganjar mampu membalikkan situasi tersebut dengan memoncerkan elektabilitasnya, bahkan melebihi Prabowo,” lanjut dia..
Baca juga: PKB Sebut Penentuan Cawapres Ada di Tangan Prabowo dan Cak Imin
DIa mengkungkap dari survei Litbang Kompas, sosok Ganjar dinyatakan unggul dari simulasi 3 nama capres. Dalam survei Kompas menunjukkan, bahwasannya Ganjar Pranowo diangka 34,1%, sedangkan Prabowo Subianto 31,1% dan Anies Baswedan 19,2%.
“Melihat kondisi demikian membuat saya sangat yakin, apabila daya terima rakyat akan terus mengalir deras dan begitu besar terhadap Ganjar seiring dengan tingkat dikenalnya yang semakin luas,” ungkapnya.
Jadi, kata dia, dibalik menjulangnya elektabilitas Ganjar selain dari “act of service” nya dalam melayani rakyat, adapula dorongan besar dari rakyat yang ingin menujukkan apabila masyarakat luas hingga akar rumput pun mendukung Ganjar untuk menjadi pemimpin negaranya kelak.
“Maka dari itu, mau sekuat apapun partai yang mendukung Prabowo, bukanlah suatu ancaman besar bagi Ganjar maupun partai pengusungnya,” kata dia.
Menariknya, netizen GPP24 mengatakan, di samping menggeliatnya elektabilitas Ganjar pasca dikeroyok, saat ini dikabarkan muncul gerakan solidaritas rakyat yang memegang prinsip, apapun partainya Ganjar Pranowo tetap Presidennya.
“Dengan begitu akan semakin banyak pula peluang bagi Ganjar untuk memenangkan kontestasi Pilpres pada 2024 mendatang. Selain munculnya “gerakan solidaritas,” adapula kekuatan dalam diri Ganjar yang tak bisa disamakan dengan bacapres lainnya, yaitu rekam jejak,” ujarnya. (**)
