Helo Indonesia

Wacana Duet Anies dan Ganjar, PKS Sebut KPP Terbuka dengan Satu Lowongan yang Kosong

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Kamis, 24 Agustus 2023 14:51
    Bagikan  
Anies Baswedan, Ganjar Pranowo
Ist

Anies Baswedan, Ganjar Pranowo - Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, muncul wacana akan diduetkan. (foto: ist)

HELOINDONESIA.COM - Sejak digelindingkan politisi PDIP Said Abdullah, wacana menduetkan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, atau duet Anies dan Ganjar, untuk menjadi pasangan capres-cawapres, hingga kini makin ramai.

Kalangan Koalisi Perubahan, yakni PKS dan Nasdem menyatakan terbuka kemungkinan duet Anies dan Ganjar. Dinamika politik masih terus berkembang.

Menurut Muhammad Iqbal, jubir PKS, terbuka saja duet Anies dan Ganjar Pranowo tersebut. Partai-parai saat ini belum menetapkan secara final.

Menurutnya, saat ini Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) masih tetap solid untuk mengajukan Anies baswedan sebagai capres (calon presiden). Itu sudah kesepakatan KPP.

Baca juga: 4 Blok Perumahan Banjir Lumpur Dampak Pembangunan Tangki Raksasa PDAM, Warga Depok Ngadu ke DPR

Meski solid, masih terbuka kalau ada pihak lain ingin bergabung untuk menambah kekuatan, dan jumlah pemilih, maupun elektabilitas Anies.

Dengan begitu, ungkapnya kalau ada yang bergabung, partai-partai dipersilakan. Sedangkan untuk capres, tetap Anies Baswedan.

Termasuk kalau koalisi Ganjar Pranowo ingin bergabung dipersilakan. Karena untuk posisi capres sudah ada, kini yang ingin masuk, hanya satu lowongan yang kosong, yakni posis bakal cawapres.

Baca juga: Megawati Usul KPK Dibubarkan, Pakar Hukum: Jokowi Telah Lakukan ‘Pembunuhan Berencana Pada KPK’

“Karena capresnya Mas Anies Baswedan, maka hanya satu lowongan yang kosong, posisi cawapres,” kataM Iqbal di acara bincang di tv.

Terkait memasangkan duet Anies dan Ganjar, politisi PDIP Nusyirwan Sudjono mengatakan, prinsipnya masih terbuka. Dinamika politik masih terus bergulir.

Hanya saja, dia sulit menerima kalau bergabung dengan KPP dengan lowongan yang ada adalah cawapres. “Kalau yang ditawarkan seperti itu, ya Mas Ganjar Pranowo adalah capres kami, ini sesuatu yang tidak bisa,” katanya.

Baca juga: Dikhianati dan Diasingkan dari Produknya, Begini Kisah Tragis Penemu dan Pencetus Indomie

Terlebih lagi, ungkapnya, dirinya tidak punya kapasitas untuk menentukan posisi cawapres. “Itu adalah ranah Ibu Ketua Umum,” katanya.

Menurutnua, kalau bicara pendamping Ganjar juga harus dilihat dari berbagai aspek, bukan saja kemampuan teknokratik dan elektabilitas, tapi juga kesesuaian ideologi.

Sementara itu, pengamat politik Yunarto Wijaya mengatakan, dari perkembangan yang terus terjadi, tampak terjadi dialog yang semakin cair, dan membuka diri.

Baca juga: Komisi II DPR: Pembangunan IKN Berdampak Positif Bagi Perekonomian Masyarakat Setempat

Kerja sama antar parpol, sama-sama masih membuka diri, terutama untuk menambah kekuatan. Namun, kalau sudah menyangkut capres-cawapres, masing-masing parpol dan koalisi selalu bertahan kepada pilihan masing-masing.

Selain itu, menurut Yunarto, belum tentu calon terbaik kalau dipasangkan dengan calon terbaik belum tentu menghasilkan elektabilitas maksimal. Pemilih saling melihat, keterbelahan sudah terlihat.

“Pemilih Ganjar dan pemilih Anies sangat terlihat perbedaan segmentednya. Mereka saling beroposisi, sehingga kalau kedua tokoh itu dipasangkan, belum tentu hasilnya maksimal,” ujar Yunarto Wijaya dari Charta Politica. (**)