HELOINDONESIA.COM - Ade Armando bikin heboh. Dia membuat postingan yang nadanya menuding pihak yang dulu menjadi kawannya, kini tampaknya berbeda arah, yakni Mazdjo Pray.
Masalah yang ditudingkan juga sensitif, yakni masalah dana, dan dana itu disebutnya dari BIN, Badan Intelijen Negara. Sensitifnya lagi, dana itu alokasinya untuk memerangi radikalisme, dan juga terorisme.
Ada lagi yang sensitifnya, yakni dana digunakan untuk kegiatan menyerang PSI, Partai Solidaritas Indonesia. Istilah menyerang, tampaknya mereka menggambarkan dua pihak yang tidak satu barisan, yakni PSI dan barisan Mazdjo Pray, yang kabarnya di kubu Ganjar Pranowo dan PDIP.
“Youth TV yang dipimpin Mazdjo Pray itu hidup dengan dana BIN yang seharusnya ditujukan untuk melawan radikalisme. Dana itu malah disalahgunakan untuk menyerang lawan-lawan politik PDIP,” itu bunyi narasi unggahan Ade Armando menyertai videonya.
Baca juga: Hasil Survei: Selain Terbagi ke Ganjar dan Prabowo, Ternyata Pemiih Jokowi-Ma’ruf Juga Dukung Anies
Dalam Video itu, di bagian awal, suara Ade Armando tidak utuh, muncul di bagian akhir kalimat, seperti ini: …. Radikalisme, untuk kalangan muda.
Barulah setelah itu, rangkaian ucapan Ade Armando di video berdurasi cukup pendek, hanya 45 detik. Di bagian awal, langsung menyebut dana BIN.
“Jadi sebetulnya niat awalnya pengalokasian dana dari BIN itu adalah seauatu yang baik-baik saja, tapi rupanya ini sekarang dimanfaatkan oleh Mazdjo Pray untuk menghantami PSI, entah kenapa,” katanya.
Ade Armando kemudian memaparkan bahwa BIN itu lembaga negara, bisa dipastikan itu Badan Intelijen Negara. Lantas menyebut dana sebagai uang rakyat. Dan itu baginya jadi masalah.
“Buat saya ini masalah karena BIN itu lembaga negara dan artinya uangnya uang rakyat. Uang rakyat sekarang untuk menyerang PSI, yang justru PSI adalah sebuah partai yang jelas-jelas memerangi radikalisme intoleransi dan terorisme. Jadi ada ironi di sana,” katanya.
Lantas, Ade Armando nampak ingin menegaskan lagi, masalah dana tersebut, dan dana yang merupakan uang rakyat tersebut digunakan untuk menyerang PSI. Dia mengakhiri, masalah menyerang PSI itu, Ade mengaku tidak tahu.
“Nah, kenapa Mazdjo Pray menggunakan dana tersebut untuk menyerang PSI, saya nggak tahu, saya nggak mau berspekulasi, tapi yang jelas, ini tidak benar,” kata Ade. (**)
