HELOINDONESIA.COM - Perseteruan Partai Nasdem dan Partai Demokrat makin seru dibumbui lucu. Sebab, Partai Nasdem membawa urusan perseteruan politik ke ranah hukum dengan melapor ke Bareskrim Polri, tapi akahirnya batal dilakukan.
Sebelumnya batal upaya Nasdem melaporkan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) ke Bareskrim Polri itu, para politisi Demokrat sudah meresponnya.
Politisi Demokrfat Cipta Panca Laksana bilang bahwa itu Langkah cemen soal upaya Nasdem melaporkan SBY ke Bareskrim Polri, sebab urusan politik pakai lapor polisi segala.
Dia menyentil Waketum Partai Nasdem Ahmad Ali dengan sebutan Mad Ali. “Cemen Mad Ali nyelesaian sengketa politik pakai polisi,” ujar @panca66 di X (Twitter).
Baca juga: Dinilai Penghianat, Ketua PD Mesuji Copot Semua Banner Anies
Upaya Nasdem melaporkan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu juga mendapar kecaman dari pengamat sosial Gigin Praginanto lewat unggahannya.
“Belum berkuasa sudah main lapor. Kalau sudah berkuasa main tangkap. Mengakunya mau perubahan. Kalau dari buruk menuju lebih buruk saya percaya,” ujar Gigin (@giginpraginanto).
Dia pun menyebut Nasdem niat banget menghabisi Demokrat. Menurutnya, selagi dukungan dari Neo Cebong (Cebong-Kampret) membludak sekaligus latihan meredam oposisi kalau nanti menjadi penguasa.
Baca juga: Gaet PKB untuk Duet Anies-Cak Imin, Penciuman Politik Surya Paloh Luar Biasa
Tapi dia menambahkan, Langkah Nasdem itu sebagai latihan untuk nenti berkuasa, latihan membungkam oposisi. “Sekadar latihan untuk membungkam oposisi. Siapa tahu nanti jadi penguasa,” tambah Gigin.
Dia sempat menilai, setelah ditipu dan dikeroyok beramai-ramai, sekarang tokohnya Demokrat dipolisikan oleh Nasdem. Demokrat benar-benar mau dihabisi.
Tapi akhirnya Nasdem batal melaporkan SBY ke Bareskrim Polri, katanya dihalau atau dicegah Ketua Umum Surya Paloh. Gagal menjadi drama lebih seru. “Adegan yang tidak dramatis meski pemainnya orang kuat,” ungkap Gigin Praginanto.
Tatak Ujiyati, orang dekat Anies Baswedan pun ikut berkomentar dengan batalnya Nasdem melaporkan SBY ke Bareskrim Polri.
“Dicegah oleh Pak Surya Paloh & Mas Anies, elite Nasdrm batal laporkan Pak SBY & Demokrat. Alhamdulillah. Terimakasih telah menunjukkan sikap berpolitik yg dewasa,” ujar Tatak yang dulu menjadi anggota TGUPP di Pemprov DKI era Gubernur Anies Baswedan.
Ihawal batalnya Nasdem melapor ke Bareskrim tersebut disampaikan oleh Ahmad Sahroni, Bendahara umum partai itu.
Baca juga: Demokrat Siap Hadapi Ancaman Nasdem yang akan Laporkan Sejumlah PD
Menurutnya, Partai Nasdem batal melaporkan SBY dan elite Demokrat karena ditahan oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan.
"Tadi saya di jalan menelepon Ketum. Tapi Pak Surya memerintahkan kepada saya untuk tidak boleh melaporkan yang bersangkutan," kata Sahroni kepada wartawan di Bareskrim Polri.
"Jadi saya nih sebenarnya sudah siap melaporkan tapi tadi perintah Ketum untuk tidak boleh melaporkan. Kebetulan tadi pak Anies juga WA (whatsapp) saya untuk meminta juga hal yang sama. Pak Anies pengen fokus ke depan ini dalam rangkaian pemenangan strategi pemenangan capres 2024," tambahnya. (**)
