HELOINDONESIA.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memutuskan mendukung Anies Baswedan namun belum menentukan sikap terkait Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai bacawapres.
PKS tidak menghadiri acara deklarasi pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Surabaya yang digelar, Sabtu lalu.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini membenarkan partainya belum memutuskan sikap terkait sosok Cawapres pendamping Anies yaitu Cak Imin.
Namun menurut dia, di internal PKS terdapat mekanisme untuk memutuskan dukungan politik kepada sosok Cawapres. Kata di, keputusan bakal diterima atau tidaknya sosok Cak Imin sebagai cawapres Anies akan ditentukan melalui forum Majelis Syuro.
Baca juga: Tak Hadiri Deklarasi Anies-Imin, PKS Diprediksi Bakal Keluar Dari Koalisi Perubahan
"PKS itu selalu tertib dalam mengambil keputusan. Karena itu untuk sikap strategis PKS tidak boleh diambil oleh one man show,” kaya Jazuli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/9).
Jazuli menyamnpaikan bahwa agar keputusan yang diambil menjadi objektif dan arah politik PKS lebih jelas maka Majelis Syuro akan menggelar rapat terlebih dulu. Sehingga akan diputuskan kemana dukungan politik PKS akan berlabuh.
“Keputusan yang dilakukamn oleh Majelis Syuro akan lebih objektif karena anggotanya ada 99. Kita berharap keputusan tersebut nantinya jauh lebih baik ketimbang keputusan secara individu. Cara tersebut merupakan protapnya PKS dalam mengambil kebijakan dan keputusan strategis,” ujarnya.
Baca juga: Wacana Duet AHY-Sandi , Pengamat Sebut PPP dan PKS Ragu Bentuk Poros Baru
Adapun terkait, Cak Imin yang belum pernah berkunjung dan bersilaturahmi dengan PKS maka hal tersebut bisa dianggap sebagai teknis.
Dia menambahkan, terpenting bagi PKS adalah penentuan terkait keputusan strategis untuk memberikan dukungan terhadap Cak Imin akan ditetapkan oleh Majelis Syuro.
“PKS sudah lebih dahulu menjkalin komunikasi dengan PKB dengan berkunjung ke kantornya. Karena itu setelah kita sudab melakukan kunjungan-kunjungan kebangsaan, silahturahmi kebangsaan, PKS tetap punya mekanisme internal untuk urusan keputusan strategis yaitu harus selalu melalui rapat majelis syuro,” tutup dia
