Helo Indonesia

Akademisi Ini Menolak Keras Anies Disebut Lakukan Pengkhianatan, Katanya Ini Akibat Threshold 20 Persen

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Selasa, 5 September 2023 11:58
    Bagikan  
Anies Baswedan
tangkapan layar

Anies Baswedan - Anies Baswedan dan Tim 8 KPP silaturahmi ke kediaman SBY di Cikeas. (Foto: Tangkapan layar)

HELOINDONESIA.COM - Kalangan Partai Demokrat menilai Anies Baswedan telah melakukan pengkhianatan, gegara tiba-tiba menjadikan Cak Imin menjadi bakal cawapres untuk maju ke Pilpres 2024.

Namun, bagi pendukungnya, tidak ada pengkhianatan, Anies tidak berkhianat. Bahkan tokoh akademisi, yakni sosiolog Musni Umar dia menolak kerras kalau Anies disebut melakukan pengkhianatan, baginya tidak ada pengkhianatan. Anies tidak mengkhianati siapa pun.

“Saya menolak keras Anies dikatakan petinggi Demokrat sebagai pembohong/pengkhianat,” kata Musni Umar di X (Twitter) dengan akun @musniumar.

Menurutnya, ini proses politik, dan Anies tidak ada pilihan lain. Namun alasan sosiolog ini sepertinya debatable, sebab dia bilang, Anies tidak ada pilihan lain kecuali setuju Koalisi Nasdem dan PKB.

Baca juga: Pengamat: KPK Periksa Cak Imin dengan Kasus Sudah 12 Tahun, Ini Sarat Kepentingan Politik

“Anies tdk punya pilihan kecuali setuju Koalisi NasDem dgn PKB. Pak Surya yg putuskan Cawapres Anies adalah Cak Imin. Mengapa disebut pembohong,” ujarnya.

Musni Umar melihat ini dampak dari presidential Threshold 20 persen, dan dia menyinggung, di masa Presiden SBY threshold itu tidak dihapus. “Ini dinamika demokrasi akibat adanya presidential Threshold 20%,” katanya.

Dia kembali menegaskan tidak ada pengkhianatan. “Tidak ada pengkhianatan. Anies tidak mengkhianati siapapun, begitu juga Muhaimin,” tambahnya.

Baca juga: Bekas Usaha Mebel Terbakar di Kedamaian, Kota Bandarlampung

Dia menegaskan lagi, drama capres-cawapres akar masalahnya adalah presidential Threshold 20 persen. Dia berkilah, kalau tidak ada PT 20 persen, para ketua umum partai politik dan para tokoh bangsa terbaik bisa  menjadi calon presiden.

“Janganlah cari kambing hitam.  Pak SBY dan Pak Jokowi masing-masing  memimpin Indonesia 10 tahun. Begitu pula para ketua umum parpol, mengapa PT 20% yang diperjuangkan para aktivis utk dihapus tidak dilakukan. Sekarang bicara pengkhianatan,” tandas Musni Umar.

Ia kemudia menengok ke belakang, dan agak rumit mengaitkan relevansinya masalah pengkhianatan, “Meluruskan fitnah terhadap Anies. 2013 Anies ikut konvensi Partai Demokrat tdk berhasil lahirkan capres. 2014 Anies  jubir Jkw-JK keduanya terpilih presiden & Wapres,” katanya. ‘

Baca juga: Nasdem Klaim Demokrat Sudah Dikabari Penetapan Cak Imin : Sampai Dinihari AHY Nggak Respon

Anies dipilih Mendikbud, 2016 terkena reshuffle bersama 6 Menteri. 2017 cagub DKI dan terpilih. 2022 di Capreskan oleh Nasdem. 2023 deklarasi capres-cawapres bersama Muhaimin. “Di mana berkhianatnya Anies? Fitnah lebih kejam dari pembunuhan,” ujarnya. (**)