HELOINDONESIA.COM - Pengamat politik Yunarto Umar menyindir sosiolog Prof Musni Umar soal Nasdem dan Surya Paloh. Musni Umar adalah pengamat yang banyak berbicara di berbagai forum dan rajin menulis di media sosial atau medsos.
Menariknya, belakangan dia banyak dikritik netizen, karena tidak seperti akademisi umumnya, yang mencoba netral. Belakangan, Prof Musni Umar terlihat mendukung dan memuji Anies Baswedan serta Surya Paloh dan Nasdem.
Itulah yang kiranya membuat Yunarto Wijaya menyindir Prof Musni Umar. Hal itu saat mengomentari postingan rektor Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta, itu yang memuji dan membela Nasdem serta Anies Baswedan. Dan bahkan mengeucapkan terima kasih kepada PKS.
“Tidak ada pengkhianatan. Para pendukung, relawan dan simpatisan Anies ucapkan terima kasih ke bang Surya Paloh yg sukses menggait PKB dan Gus Imin, sehingga ada kepastian Anies bisa berlayar menuju pemilihan presiden 2024. Terima kasih ke PKS yg istiqamah,” ungkap Musni di X (Twitter).
Baca juga: Ridwan Kamil Dipastikan Menjadi Cawapres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Yunarto Wijaya mengomentari dalam tulisan satu kalimat pendek, dan sudah terlihat dia menyindir Prof Musni. “Selamat ya teman2 nasdem sudah menjadi pujaan baru prof...” tulis Yunarto Wijaya (akun @yunartowijaya).
Yang disebut Yunarto dengan teman-teman Nasdem, tentunya termasuk Surya Paloh, ketua umum parpol itu. Akan halnya sebutan pujaan baru prof, ini satu sindiran yang kiranya untuk Prof Musni Umar.
Mungkin tidak terlalu salah disebut sebagai sindiran Yunarto tentang: pujaan baru prof itu. Sebab, Musni Umar, banyak memuji Surya Paloh, Nasdem, dan Anies Baswedan.
Baca juga: Politisi PKB Skakmat Yenny Wahid Soal Banyak Kyai NU Bersimpati kepada Prabowo
Tetapi, mungkin sindiran Yunarto Wijaya ini juga sebagai balasan dari pernyataan Prof Musni, yang mengatakan ada pengamat asbun atau asal bunyi. Musni menyebut asbun pengamat yang mengatakan hanya 1-2 persen pemilih PKB yang memilih Cak Imin.
“Seorg pengamat politik berkomentar hanya 1-2% pemilih PKB pilih Cak Imin. Ini asbun. Selain itu, lobby politik Surya Paloh ubah peta politik nasional jelang pilpres 2024,” ujar Musni.
Sebagai akademisi, sudut pandang Musni Umar terlihat sekali keberpihakannya. Dia sudah seperti dalam kelompok Anies dan Surya Paloh. Misalnya seperti postingan ini.
“Surya Paloh Cawapreskan Muhaimin putusan yang brilian. Demokrat sudah ancam hengkang dari KPP gegara tdk segera deklarasi dgn Cawapres AHY sampai mas Anies buat surat ke AHY,” tulis Musni.
“Surya Paloh kita putuskan dulu baru minta izin ke koalisi. Amien Rais sebaliknya. Dalam politik dan dlm hal apapun jika ada kesempatan segera ambil keputusan, karena itu adalah momentum, yg tdk selalu datang,” ungkap Musni di X (Twitter) 6 September.
Baca juga: Demokrat Sulit Merapat ke Kubu Prabowo, Pengamat : Gerindra Didukung PKN Anas Urbaningrum
Dalam unggahannya di X juga, bertajuk: Putusan untuk Selamatkan Pencapresan Anies Baswedan, dia juga seolah seperti bagian dari tim pemenangan, atau relawan, kalau dilihat dari bahasa yang digunakan. Bisa dilihat di bagian akhir tulisan, seperti di bawah ini.
Surya Paloh, sebagai king maker dan ahli strategi, bertarung dengan mengambil keputusan yang amat berani dan penuh resiko berkoalisi dengan PKB dan mencawapreskan Muhaimin Iskandar. Resikonya NasDem bisa ditinggal pergi PKS dan Demokrat.
Alhamdulillah PKS tetap bersama NasDem dan solid dukung Anies Baswedan, walaupun para kadernya tidak suka karena tidak didahului musyawarah. Patut disayangkan
Partai Demokrat akhir tidak mendukung Anies Baswedan dan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Akan tetapi patut disyukuri terobosan yang berani Bang Surya Paloh insya Allah Anies Baswedan memberi optimisme dan keyakinan bahwa Anies Baswedan bisa berlayar menuju pemilihan presiden 2024, walaupun akan menghadapi gelombang yang tinggi dan bahkan badai. Biiznillah mohon doa semua agar sampai tujuan dan meraih kemenangan. (**)
