Helo Indonesia

Mantu Ayin Speak Up Mengaku Dizalimi Rommy, Ini Klarifikasi Sopian Sitepu

Herman Batin Mangku - Nasional -> Hukum & Kriminal
Senin, 20 Juli 2026 12:31
    Bagikan  
AYIN
HELO LAMPUNG

AYIN - Ayin ikut disebut-sebut dalam dugaan konflik rumah tangga putranya dengan sang mantu.

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Nama pengusaha asal Lampung, Artalita Suryani atau yang lebih dikenal sebagai Ayin, kembali menjadi sorotan publik. Setelah lama tak terdengar, namanya kembali ramai diperbincangkan menyusul pengakuan menantunya, Lanny Mariska, dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo (Densu). 

Dalam podcast tersebut, Lanny mengaku menjadi korban perlakuan suaminya, Rommy Dharma Satryawan, putra Ayin. Ia menyampaikan sejumlah tuduhan, mulai dari dugaan perselingkuhan, penelantaran, penyiksaan, hingga mengaku sempat ditahan selama 45 hari ketika status pernikahannya dengan Rommy masih sah.

Selain itu, Lanny juga menyatakan tengah memperjuangkan hak-hak kedua anaknya serta membantah berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya.

undefined

Dr. Sopian Sitepu

Menanggapi pernyataan tersebut, advokat senior Lampung Dr. Sopian Sitepu memberikan klarifikasi. Menurutnya, karena namanya disebut dalam podcast itu, ia merasa perlu menyampaikan hal-hal yang diketahuinya berdasarkan pengalaman saat mendampingi persoalan tersebut.

"Sehubungan dengan Mbak L yang menyebut nama saya dalam podcast tersebut, saya merasa perlu memberikan klarifikasi mengenai hal-hal yang saya ketahui," kata Sopian dalam keterangan tertulis yang diterima HeloIndonesia.com, Senin (20/7/2026).

Berikut poin-poin klarifikasi yang disampaikan Sopian Sitepu:
Menurut Sopian, dana yang dikirim Rommy Dharma Satryawan kepada Lanny selama berada di Australia untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dinilai lebih dari cukup.

Ia menyebut Lanny memiliki banyak utang dengan nilai yang jauh melampaui kebutuhan hidup selama di Australia. Utang tersebut, kata Sopian, berasal dari berbagai pihak dengan bunga yang tergolong tinggi. Ia juga menyatakan sejumlah barang mewah yang sebelumnya diberikan Rommy maupun Ayin telah dijual.

Sopian mengaku, saat dilakukan penelusuran terhadap penggunaan dana pinjaman tersebut, muncul dugaan sebagian uang mengalir kepada pihak lain yang masih dalam tahap kecurigaan.

Setelah kembali ke Jakarta, lanjutnya, gaya hidup Lanny disebut tetap boros. Sopian mengklaim pengeluaran hariannya bahkan dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Sopian juga menyebut seluruh utang Lanny pernah didata dan turut diverifikasi olehnya. Menurutnya, utang-utang tersebut kemudian diselesaikan oleh Ayin. Namun, ia mengklaim Lanny kembali membuat utang baru.

Selain persoalan keuangan, Sopian menyatakan pihaknya juga menemukan sejumlah hal dalam pergaulan Lanny yang, menurutnya, menunjukkan adanya ketidaksetiaan terhadap keluarga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari Lanny Mariska maupun Rommy Dharma Satryawan terkait klarifikasi yang disampaikan Sopian Sitepu tersebut.  HeloIndonesia.com masih menunggu dan berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak guna menjaga keberimbangan informasi.

AYIN

Artalyta Suryani terlibat dalam kasus penyuapan Jaksa Urip Tri Gunawan pada tahun 2008 terkait perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Suami Artalyta Suryani sendiri merupakan sosok yang tak kalah menyilaukan, yaitu Surya Dharma alias Akiong. Ia merupakan seorang kontraktor melalui perusahaan CV Sonokeling yang kemudian sukses menjadi pengusaha.

Sepak terjang suami Artalyta Suryani yang cukup menuai sorotan adalah jabatannya sebagai salah satu petinggi di PT Gajah Tunggal Tbk. Hubungan Surya Dharma dan konglomerat Sjamsul Nursalim pun menjadi fokus publik. Sjamsul Nursalim adalah pemilik salah satu raksasa bisnis ban di Indonesia yaitu PT Gajah Tunggal TBK Sjamsul Nursalim adalah atasan sekaligus mitra bisnis utama dari Surya Dharma.

Kedua keluarga tersebut memiliki hubungan yang sangat dekat. Di mana, Artalyta Suryani merupakan sepupu dari istri Sjamsul Nursalim, Itjih Nursalim. Saat menjadi pimpinan di PT Gajah Tunggal Tbk serta menjadi kontraktor, Surya Dharma dipercaya untuk membangun mega proyek tambak udang milik Sjamsul Nursalim, PT Dipasena Citra Darmaja di Lampung.

Proyek tersebut sempat menjadi kawasan tambak udang terbesar di Asia Tenggara. Kepercayaan antara keduanya tetap terjalin meski Akiong meninggal pada tahun 1998. (HBM)