Mahfud MD: Jangan Menyesatkan Masyarakat, Hak Angket dan Gugatan MK Bukan Gertakan

Jumat, 1 Maret 2024 22:46
Kalau Foto: tangkapan layar

HELOINDONESIA.COM - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD memastikan bahwa gugatan kecurangan Pemilu dan Pilpres 2024 dan Hak Angket di DPR bukan gertakan.

"Masyarakat banyak bertanya Ini masalah Hak Angket, masalah gugatan ke MK kok ndak Jalan?" ucap Mahfud MD kepada wartawan seperti dikutip dari rekaman video yang diunggah akun X @denni_sauya pada Jumat (1/3/2024).

Cawapres nomor urut 3 itu mengungkapkan kalau jadwal gugatan ke MK itu baru bisa dimulai tanggal 24 Maret 2024.

"Kalau jadwal putusan KPU itu 20 Maret, kan berarti 3 hari sesudah itu. Masa' mengajukan sekarang, enggak bisa," kata Mahfud MD.

Baca juga: Gathan Eks Dina Lorenza jadi Tersangka Penembakan di Jatinegara Jakarta Timur 

Mahfud menegaskan kalau TPN sudah menyiapkan 3 tim hukum.

"Udah siap, udah lengkap, kalau sekarang MK buka, kita langsung daftar," tegasnya.

Mahfud MD mengatakan bahwa pihaknya jangan dibilang diam saja.

"Nggak diem, memang nunggu putusan resmi KPU. Keputusannya siapa yang angkanya terbanyak, nah baru sudah itu 3 hari baru sidang," jelasnya.

Menurut Mahfud MD, sama dengan Hak Angket nunggu jadwal sidang DPR.

Baca juga: Ketua TP PKK Provinsi Lampung Melantik  Penjabat Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Pringsewu.

"Kok gertak-gertak. Lah nunggu sidang DPR dong. Kalau nggak sidang, angket diserahkan ke mana? Ke rumahmu memangnya? DPR sidang, (baru) sampaikan secara resmi," paparnya dengan nada bercanda ke awak media.

Mahfud MD menegaskan bahwa jalur hukum tetap jalan karena pihaknya yakin punya bukti-bukti yang kuat 

"Angket itu sudah digarap oleh orang partai. Saya bukan orang partai," ujarnya.

Meski demikian, Mahfud MD memastikan bahwa Hak Angket itu juga jalan.

Baca juga: Mahasiswa Datangi Bandara Soetta Ajak Karyawan Kargo Jaga Persatuan Pasca Pemilu 

"Karena saya tidak ikut, tetapi juga ikut memberikan saran tentang substansinya gitu," katanya.

 Dia meminta jangan sampai masyarakat disesatkan karena dianggap diam saja.  

"Jadi bukan digembosi, justru makin keras pompanya nih," tandasnya.


Berita Terkini