Muncul Gerakan Pilih Kotak Kosong, KPU RI Belum Mau Komentar

Sabtu, 10 Agustus 2024 09:08
Afifudin dan Paman Acong (Foto Kolase Helo) Helo Lampung

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Ketua KPU RI Mochamad Afifudin belum mau berkomentar soal munculnya perlawanan terhadap bakal calon kepala daerah yang mengkondisikan melawan kotak kosong pada Pilkada Serentak 2024.

Soal lawan kotak kosong atau calon tunggal, KPU RI belum bisa menyampaikannya saat ini, tunggu sampai batas waktu pendaftaran (27-29/8/2024), katanya di kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/8/2024).

Dia mengaku pihaknya masih fokus persiapan jelang pendaftaran para paslon. KPU baru akan menggelar bimtek ke sejumlah perwakilan di daerah untuk membahas kesiapan menjelang pendaftaran paslon.

Di Lampung Tictoker Paman Acong Geboy mendeklarasikan gerakan pilih kotak kosong atas adanya indikasi bakal calon kepala daerah borong partai agar lawan tak kebagian perahu sehingga pada Pilkada Serentak 2024 di kota maupun kabupaten daerah ini.

Dia juga memunculkan hastag #pilihankukotakkosong pada 27 November nanti. Dikonfirmasi Helo Indonesia, Jumat (9/8/2024), Acong yang nama aslinya Herwan meminta para petinggi parpol bisa membuka ruang calon lain,

Menurut Acong yang nama aslinya Herwan, di balik kotak kosong, sedikitnya ada tiga hal yang dapat merugikan masyarakat, yakni:
1. Kegagalan kaderisasi parpol,
2. Masyarakat tak memiliki pilihan.
3. Kemunduran demokrasi.

Lewat tagar #pilihankukotakkosong , mumpung masih ada waktu, para calon "tajir" dan partai-partai pengusung dapat memberikan kesempatan kepada calon lain agar terjadi kompetisi demokrasi, kata tictoker yang juga wartawan.

Herwan meminta para petinggi parpol bisa membuka ruang pada calon lain agar tidak ada bakal calon kepala daerah yang borong partai agar terjadi kompetisi demokrasi antarcalon.

"Hanya ada satu calon, tidak mencerdaskan rakyat," tugasnya. (HBM)


Berita Terkini