HELOINDONESIA.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno buka suara terkait bahaya bahaya politik identitas. Dikatakannya, momentum Hari Pancasila bisa menjadi rujukan yang mempersatukan.
Presiden Joko Widodo saat sambutan Upacara Hari Pancasila menyinggung tentang bahaya politik identitas di Pemilu 2024.
"Upacara Hari Pancasila, bisa menjadi satu rujukan untuk kontestasi demokrasi yang mempersatukan, yang menghadirkan wawasan percepatan pembangunan. Hal ini yang dapat kita maknai dari Hari Lahir Falsafah Negara," kata Sandiaga Uno melalui akun Twitter-nya, dilansir, Kamis (1/6/2023).
Baca juga: Rapper T.O.P Nyatakan Undurkan Diri dari Boy Band K-Pop BigBang
Terlebih Sandiaga mengingatkan, kontestasi Pemilu tinggal hitungan bulan. Karena itu dia menegaskan dibutuhkan satu pemikiran kuat terkait pentingnya persatuan dari seluruh elemen bangsa agar polarisasi dan penyebaran politik indentitas dan agama dapat dicegah.
"Dalam hitungan bulan menuju Pemilu 2024, Pancasila harus mampu jadi pkedoman agar kontestasi demokrasi lima tahunan itu disambut dengan sukacita, dengan tanggung jawab, sehingga tidak ada politisasi identitas agama," lanjut dia.
Sebagai informasi, dalam pidato sambutan di hari Pancasila Presiden Joko Widodo mengingatkan akan bahaya politik identitas dan politisasi agama. karena itu dia mengajak masyarakat untuk mengedepankan toleransi, persatuan dan bhergotong royong guna menolak cara-cara yang bisa memecah belah bangsa tersebut.
Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, NASA Gelar Forum Publik yang Khusus Membahas Soal UFO
"Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, toleransi, persatuan dan gotong royong adalah kunci membangun bangsa yang kokoh. Saya ingin mengajak kita semuanya untuk menolak menolak politisasi identitas, ekstremisme, dan politisasi agama,"
kata Jokowi.