HELOINDONESIA.COM - Beredar kabar Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) akan bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) untuk mendukung calon presiden (capres) RI 2024 Prabowo Subianto.
Namun kedua parpol dipastikan bakal mengajukan kadernya guna menjadi pendamping Prabowo Subianto. Partai Golkar akan mengajukan nama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai cawapres dari Prabowo.
Begitu pun dengan PAN mengusulkan nama Menteri BUMN Erick Thohir menjadi pendamping Prabowo pada Pilpres 2024.
Terkait hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid mengingatkan, jika kedua parpol ingin bergabung, bahwa koalisi KIRR sudah memutuskan capresnya adalah Prabowo Subianto.
Baca juga: Pria India Berjalan Kaki Lebih dari 8.000 Km untuk Menunaikan Ibadah Haji
Untuk Cawapres Prabowo, dia menegaskan, partainya tetap mengacu kepada hasil Muktamar yang memutuskan agar Abdul Muhaimin Iskandar maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Baik senagai calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres).
"iyalah (Muhaimin jadi pengantinnya), kan kalau di KKIR itu kan keputusannya itu ada di tangan Pak Prabowo dan Pak Muhaimin," kata Jazilul di Jakarta, Selasa (20/6/2023).
"Pak Muhaimin, menurutnya PKB, keputusan DPP, Pak Muhaimin calon pengantin. Berarti bagi PKB, Pak Muhaimin ini bagi PKB sudah diputuskan menjadi pengantin," ujar Jazilul.
Namun dia tidak membantah jika pingitan yang dilakujan PKB kepada Muhaimin adalah sinyal untuk Partai Golkar dan PAN jika ingin bergabung KKIR.
"Sudah ada pengantinnya ini (Prabowo dan Muhaimin), tinggal terusin aja. Ya gitulah kira-kira," ucap Wakil Ketua MPR itu.