✕

Mukhlis Basri dari Senayan Kembali ke Desa Jadi Ketua Ranting PDIP Marga Agung

Sabtu, 28 Februari 2026 14:41
MB saat Musran Jatiagung HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Politik tidak selalu tentang menaiki tangga kekuasaan setinggi mungkin. Ada kalanya, makna pengabdian justru ditemukan saat seseorang kembali menapaki anak tangga paling dasar—ke tempat segala perjuangan bermula.

Mukhlis Basri, senior PDI Perjuangan yang kini duduk sebagai Anggota DPR RI Fraksi PDIP, menerima penugasan partai sebagai Ketua Ranting Desa Marga Agung, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan.

Deklarasi 

Sebuah langkah yang mungkin terasa tak lazim bagi politisi di level nasional, namun sarat makna tentang kesetiaan dan akar perjuangan.

Penugasan itu terungkap dalam Musyawarah Ranting (Musran) Kecamatan Jatiagung yang digelar di Jatiagung Agro Park, Sabtu (28/2/2026).

Musran tersebut menjadi yang pertama di tingkat kecamatan se-Provinsi Lampung tahun ini.
Di hadapan kader dan pengurus partai, Mukhlis berbicara tenang namun tegas. Baginya, jabatan bukanlah puncak dari perjuangan politik.

“Pengabdian kepada partai bisa dilakukan di mana saja. Saya sudah menjadi anggota DPR RI, tetapi jabatan bukan segalanya. Yang paling penting adalah loyalitas dan kerja nyata untuk membesarkan partai,” ujarnya.

Ia menerima tugas tersebut sebagai bentuk komitmen ideologis kepada partai yang telah membesarkan namanya sejak dari bawah. Bagi Mukhlis, struktur partai bukan sekadar jenjang organisasi, melainkan fondasi perjuangan.

“Saya ingin memberi contoh bahwa struktur partai harus kuat sampai tingkat ranting. Justru dari desa inilah kekuatan partai dibangun. Jika ranting kokoh, kemenangan bukan hal yang sulit,” katanya.

Mukhlis juga menekankan pentingnya soliditas seluruh elemen partai—dari pengurus ranting, pimpinan anak cabang, hingga kader di legislatif dan eksekutif. Gotong royong dan kedisiplinan terhadap garis perjuangan partai, menurutnya, adalah kunci menjaga marwah organisasi.

“Kita partai besar. Harus kompak, harus bergotong royong, dan tegak lurus terhadap arahan ketua umum. Jika semua bergerak bersama, Lampung Selatan akan tetap menjadi basis kuat PDIP,” tegasnya.

Langkah Mukhlis turun langsung memimpin ranting menjadi simbol bahwa perjuangan politik tidak mengenal strata. Dari ruang sidang Senayan kembali ke desa, ia seolah ingin mengingatkan bahwa kekuatan sejati partai lahir dari akar rumput—dari denyut nadi masyarakat yang sederhana namun setia.

“Saya ingin terus turun, menyapa kader, memastikan mesin partai hidup. Pengabdian bukan soal posisi, tetapi soal hati,” pungkasnya.

Dirintis dari Bawah

Kembalinya Mukhlis ke tingkat ranting bukanlah langkah tanpa jejak sejarah. Karier politiknya di PDIP ditempa dari level paling dasar.

Pada 1987, ia memulai sebagai Komisaris Desa (kini Ketua Ranting) PDIP Sinarjaya. Perjalanan itu berlanjut menjadi Komisaris Kecamatan (kini Ketua PAC) PDIP Sumberjaya. Tahun 2000 hingga 2015, ia menjabat Ketua DPC PDIP Lampung Barat.

Pada periode 2015–2019, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Dewan Kehormatan DPD PDIP Lampung. Kemudian pada 2019–2024, ia mengemban amanah sebagai Bendahara Umum Baguna PDIP Pusat.

Kini, di bawah kepemimpinan putri sulungnya, Lesty Putri Utami, ia kembali ke akar perjuangan sebagai Ketua Ranting Desa Marga Agung.
Langkah itu menjadi penegas bahwa dalam tradisi PDIP, struktur partai adalah jantung perjuangan.

Dari Senayan kembali ke desa, Mukhlis Basri seakan menyampaikan satu pesan sederhana namun kuat: loyalitas dan pengabdian nilainya lebih tinggi daripada sekadar jabatan. (Rls/HBM)

Berita Terkini