✕

APINDO Lampung Siapkan Pelantikan Pengurus, Diisi FGD, Teken MoU Mitra Strategis

Kamis, 5 November 2026 09:50
APINDO - Ary Meizari Alfian (berbatik biru) saat rapat perdana pelaksana pelantikan pengurus, Selasa. | dok/Muzzamil/Helo Indonesia -

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Rapat perdana panitia pelaksana pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung 2026–2031 membahas rencana kegiatannya di kantornya Gedung Darmapala, Jl Pagar Alam 61 (Gang PU) Kedaton Bandarlampung, Selasa (3/11/2026).

Sebelum acara pelantikan, APINDO membahas rencana agenda pendahuluan berupa diskusi kelompok terpumpun (FGD) tematik sebelum, dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) DPP APINDO Lampung dengan sejumlah mitra strategis, saat pelantikan.

Info sementara, pelantikan dan pengukuhan pengurus DPP APINDO Lampung 2026–2031 yang kembali dinakhodai Ary Meizari Alfian dan ketua dewan pertimbangan Ardiansyah (Bang Aca) bakal dihelat di Balai Keratun kantor Gubernur Lampung di Bandarlampung, 25 November mendatang. Didahului FGD tematik paginya, di satu hotel berbintang.

Selain mengkonfirmasi kehadiran Ketua Umum APINDO Shinta Widjaja Kamdani beserta unsur Wakil Ketua Umum dan sekretariat DPN, dalam pengantarnya Ary didampingi unsur pengarah dan Afra, stafsus ketua pelaksana Putri Nilam Suri Djausal, menjelaskan terkait FGD dan MoU.

"Insyaallah setelah rangkaian seremoni pelantikan dan pengukuhan pengurus selesai, DPP APINDO Lampung akan menandatangani MoU kemitraan strategis dengan Pemprov (Pemerintah Provinsi) Lampung, Polda Lampung, Kejati Lampung, Kanwil DJP (Direktorat Jenderal Pajak) Bengkulu - Lampung, Kanwil Ditjen Bea Cukai Sumatra Bagian Barat (Sumbagbar), beberapa perguruan tinggi di Lampung," ujar Ary, tak menutup kemungkinan entitas MoU bertambah.

Kemudian terkait FGD sambung dia, secara khusus akan membahas daftar isian masalah dan aspirasi kolektif dunia usaha dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA) di Lampung beserta rekomendasi kebijakan dan usulan atensi program solusi strategis perkuatan dan pemberdayaan DUDIKA kepada pemerintah daerah, dan juga pemerintah pusat yang akan diserahkan lewat Ketum Shinta Widjaja Kamdani.

"Poin-poin FGD nanti dikancah tim kecil APINDO Lampung, kami floor-kan untuk ditelaah maraton, dieksplor lebih tajam insight by insight bareng asosiasi usaha, asosiasi profesi, dan industri strategis yang akan kami ajak demi perkuatan ekosistem dan kontribusi DUDIKA Lampung dalam turut membangun daerah ditengah situasi serba ketidakpastian ekonomi global saat ini," papar dia.

Kacamata dia, DUDIKA Lampung harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Pasalnya, selain karena masih sangat banyak rakyat Lampung butuh lapangan kerja, Lampung juga masih butuh lebih banyak lagi insan patriot dunia usaha, para pengusaha baru pencipta lapangan kerja.

Dari itu sudah menjadi kewajiban moral, etik, dan kewajiban sejarah bagi APINDO selaku asosiasi profesi perekonomian nasional tertua republik, beserta sejawat asosiasi profesi usaha multisektor lainnya harus setangguh mungkin, terus bertumbuh minimal resilien, terus solid bergerak bersama pemerintah sesuai dengan bidang ditekuni, portofolio usaha, dan investasi masing-masing; ditengah keunggulan kompetitif pertumbuhan ekonomi Lampung yang impresif.

Lantas terkait agenda, arahan direktif Ary meminta agar pelaksana kegiatan dua tempat di satu hari yang sama itu merumuskan segala sesuatu detail agenda seprima sebaik mungkin. "Semangat!" seru dia.

Sebelumnya, APINDO Lampung telah "memanaskan" mesin, mengencangkan baut eratkan gembok, dengan menaja Konsolidasi dan Peneguhan Komitmen Pengurus DPP APINDO Lampung 2026–2031 di Navara City Park, Sukabumi Bandarlampung, Sabtu (17/10/2026) lalu.

Ajang internal sesuai target itu, gayeng kaya makna. Turut hadir, orang nomor dua di Bumi Ruwa Jurai, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mewakili Gubernur Mirza yang tak bisa keburu ikut hadir membersamai lantaran sedang dalam perjalanan menuju Bandarlampung dari kunjungan kerja di satu kabupaten hingga lantas mengutus sang wakil.

Penuh cengkerama, hadirin latar pengusaha lintas aktor lintas sektor, pengurus DPP terpilih racikan tiga bulan lebih tim formatur produk Musprov VIII APINDO Lampung 22 Juni lalu, plus pengurus 14 Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (DPK) APINDO se-Lampung terpilih periode yang sama produk Muskab/Muskot Kabupaten/Kota kurun April-Juni, tampak saling akrab saling membaur.

Usai santap siang bersama, duo pewara Aprilia Syahputri dan Jasmine Kezia memandu acara, yang dibuka dengan menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars APINDO dipandu dirigen Syifa Aulia Ananda Aldanas, pukul 13.05. Dilanjutkan Dr Firmansyah YA memimpin doa.

Lalu usai pemutaran video kilas balik APINDO Lampung 2021-2026, laporan apresiatif ketua pelaksana Putri Nilam Suri Djausal, serta sekapur sirih Ketua Dewan Pertimbangan DPP APINDO Lampung 2026–2031 Ardiansyah yang antara lain memuji animo kehadiran kompak segenap pengurus.

Tiba giliran, Ketua DPP APINDO Lampung Ary Meizari Alfian penuh bersemangat meraih mik podium. Dia menggesa memaparkan materi arahan direktif, gadangan program kerja unggulan berbasis potensi daerah berbasis kualifikasi kepengurusan, yang dia unjuk ciptakan dalam baris optimis kolom-kolom infografis rancangan besar semacam rencana strategis APINDO Lampung lima tahun ke depan.

Dirangkai takzim dan evaluasi post-factum capaian kinerja kabinet lalu yang Ary bingkai dalam balutan refleksi kritis, spirit keberlanjutan pondasi terbangun, transformasi dipercepat, plus komitmen atribusi dan keaktifan kontribusi membangun daerah menuju Lampung maju dan tangguh.

"Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus, anggota, mitra strategis, pemerintah, serta pemangku kepentingan yang telah membersamai perjalanan APINDO Lampung 2021–2026. Atas segala kekurangan dan hal-hal yang belum dapat kami penuhi selama jalankan amanah sebelumnya, saya mohon maaf sebesar-besarnya," mukadimah Ary takzim.

"Mari jadikan kepercayaan ini, sebagai energi baru perkuat organisasi, perluas kolaborasi, perjuangkan kepentingan dunia usaha, hadirkan manfaat lebih nyata bagi masyarakat. Bersama dunia usaha, kita bangun APINDO Lampung yang kuat, modern, dan berdaya saing global," suntik dia.

Pemaparannya mulai dari refleksi kritis penegas pondasi dan mandat kepemimpinannya, berangkat dari tabungan capaian program periode kepemimpinannya lima tahun silam yang dimulai justru di era sulit dua krisis sekaligus: krisis kesehatan ulah pagebluk Covid-19 plus krisis ekonomi global yang hingga kini masih terasa residu imbasnya.

"Tiada terasa, lima tahun pengabdian lima tahun kolaborasi, menjadi tarikan napas APINDO Lampung selama masa bakti 2021–2026 untuk terus bertransformasi menjadi organisasi pengusaha yang kuat, kolaboratif, dan memberikan manfaat bagi anggota, masyarakat, dan pembangunan daerah. Saat itu karena tiada ampun pandemi mengganas, serta-merta program charity kemanusiaan APINDO Peduli dan Berbagi menjadi mengedepan, selain kita turut menggelar vaksinasi gratis Covid-19 sebanyak 40 ribu dosis jadi program awal."

Menyebut kembali capaian lebih dari 200 kegiatan program produktif berdampak kurun itu, ajak jajaki dan jalin relasi lebih dari 50 lembaga mitra strategis bergotong royong mengguyub kerja sama sektoral, dengan lebih dari 90 persen program mandatori Musprov VII 2021: terealisasi.

Rekapitulasi internal pembukti penguatan organisasi dan kemitraan APINDO Lampung itu, ditambah kisah sukses program kerja unggulan Bidang UMKM-IKM DPP APINDO Lampung yakni APINDO Lampung UMKM Merdeka per 2021
—bagian dari tiga program bidang, mengejawantahkan hingga "pecah di kaki" apa itu ekosistem inovasi berbasis sinergi kolaborasi gotong royong entitas pentaheliks plus.

Sebut, dari entitas Akademisi (perguruan tinggi beserta jejaring pakar dan mentor profesional lintas kepakaran lintas mentorship), entitas Bisnis (perusahaan dan badan usaha serta korporat profesional anggota stelsel aktif APINDO Lampung dan mitra jejaring), entitas Komunitas (pelaku UMKM anggota serta mahasiswa PTN/PTS asal kampus mitra jejaring asal se-Indonesia sebagai subyek sekaligus obyek utama program), entitas Pemerintah via Organisasi Perangkat Daerah terkait seperti Disperindag, Diskop UKM, dan Disparekraf.

Dan entitas Media; pelipatganda informasi dan umpan balik komunikasi publik program pemagangan kerja mahasiswa lintas prodi minimal Semester V di unit-unit usaha UMKM terkurasi peserta program selama satu semester setara 20 SKS berbasis racikan mixed silabus kurikulum berbasis pemajuan basis usaha masing-masing UMKM.

Sukses dihelat 8 Batch kurun Semester II 2021 hingga 2025, saat berjalan dua tahun, program ini diboyong ke Jakarta, resmi diadopsi menjadi program nasional APINDO per 2023.

Mahapuncak, program APINDO Lampung UMKM Merdeka resmi bertransformasi menjadi program APINDO UMKM Merdeka (AUM) melalui peluncuran khusus di Rakerkonas 2023, diumumkan pula jadi bagian program kerja unggulan periode kepemimpinan kabinet DPN APINDO 2023–2028 dibawah keketuaan ketua umum perempuan pertama produk Munas 2023, Shinta Widjaja Kamdani.

Belum lagi seiring paradigma baru APINDO per 2022 silam, di mana APINDO tak lagi melulu bicara urusan bipartit alias pengupahan semata tetapi juga perluas kecimpung dalam segenap isu strategis perekonomian nasional dan global multisektor, maka desah napas APINDO Lampung pun seturut senapas denyut nasional: gerayangi linifokus advokasi kebijakan multisektor selain ketenagakerjaan.

"Postur tegap" didukung gaya kepemimpinan flamboyan ala Ary Meizari pun bertumpuk kisah sukses terapan program.

"Capaian lima tahun terakhir menjadi fondasi penting bagi kepengurusan 2026–2031 untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas advokasi, perluas investasi, perbesar kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan Lampung."

Sampai dengan garis bawah terkait latar pemilihan hingga penempatan sumberdaya pengurus baru sesuai basis kompetensi, plus penjabaran umum kisi-kisi program kerja unggulan periode kedua kepemimpinannya hingga 2031 mendatang. Yang secara geostrategis —geoekonomi dan geopolitik lokal, relatif diuntungkan dengan hadirnya duet muda milenial kepemimpinan daerah: Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal-Jihan Nurlela (Mirza-Jihan) yang menggendong watak progresif-inovatif. Selain karkhas kepemimpinan partisipatif-teknokratik.

Serta, harapan sekaligus ajakan ke segenap pengurus baru yang sedianya bakal dikukuhkan 25 November nanti, untuk ambil peran aktif sesuai bidang keahlian (kompetensi) dan pembidangan tugas fungsi pengurusan masing-masing, di semua sektor pembangunan daerah.

Menggarisbawahi keuntungan dukungan kepemimpinan itu, Ary —pengusaha properti dan pendidikan, Ketua Yayasan Alfian Husin ini menilai jejaring nasional dan internasional APINDO perlu dioptimalkan perkuat DUDIKA di Lampung. Ary impresif sebut APINDO mesti hadir sebagai "jembatan".

Ary bilang, jejaring itu berpotensi menjadi jembatan bagi pengusaha daerah untuk terhubung (connecting) dengan investor, mitra bisnis, akses pasar, serta peluang kemitraan strategis dalam rantai pasok industri unggulan setempat.

Dia berharap, pemanfaatan jaringan yang lebih luas bukan hanya sekadar menjadi catu daya kapasitas kelembagaan APINDO sebagai asosiasi profesi perekonomian nasional multisektor tertua terbesar di Indonesia saja, akan tetapi dapat pula meningkatkan daya saing pengusaha lokal.

"Sekaligus membuka peluang pertumbuhan investasi dan usaha di Lampung,” lugasnya, mengintensi jua konsolidasi perdana pengurusan APINDO Lampung 2026–2031 pasca Musprov VIII Juni lalu sekaligus prapengukuhan mendatang, sekaligus menjadi momen memperkuat sinergi dunia usaha dan pemerintah daerah.

"Kedepannya, penegasan komitmen bersama hari ini, saya harap dapat diwujudkan melalui langkah konkret, mulai dari penyiapan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri, perluasan kesempatan kerja, penguatan UMKM, hingga pengembangan industri berorientasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat, saya berharap pertumbuhan dunia usaha di Lampung tidak saja hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” dedah Ary.

Sesaat terjeda ketibaan Jihan, Ary sejurus melapor sekalian pada wagub perempuan termuda di Tanah Air saat dilantik tersebut, konfigurasi komposisi personil pengurus APINDO Lampung yang "sedekat" mungkin bersesuaian, disesuaikan dengan kebutuhan obyektif APINDO sebagai representasi dunia usaha di Lampung khususnya, dalam mengeksekusi setiap program kerjanya agar memenuhi prasyarat material partisipasi bermakna: sedapat mungkin berdampak nyata.

Terutama dalam advokasi kebijakan, troubleshooting atasi ragam bentang kendala (debottlenecking) baik berupa ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) mulai dari proses perizinan berusaha hingga pada tapak perluasan lapangan kerja sebagaimana masih ada terjadi.

Gayung bersambut, Wagub yang sebagaimana diketahui salah satunya jua merupakan Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Lampung; pidatonyi sefrekuensi. Ia turut mendorong dunia usaha di Lampung tak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis dan investasi semata, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, dari membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, hingga membantu UMKM naik kelas.

Bicara pertumbuhan ekonomi terutama di daerah, Jihan jua menggarisbawahi itu tidak cukup hanya dilihat semata-mata dari besarnya arus investasi maupun meningkatnya aktivitas industri. "Lebih dari itu, kemajuan ekonomi juga harus mampu membuka kesempatan kerja yang lebih luas seluas-luasnya, kemajuan ekonomi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," intensi Wagub.

“Kami, Pemerintah Provinsi Lampung, mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran APINDO Lampung. APINDO Lampung hadir bukan sekadar organisasi, tetapi menjadi representasi dunia usaha yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi nyata dengan pemerintah, lembaga pendidikan, serta pelaku UMKM,” imbuhnyi apresiatif.

Mantan senator Senayan, anggota DPD/MPR RI 2019–2024 dapil Lampung peraih suara sah terbanyak: 810.373 suara Pemilu 2019 dan 910.318 suara Pemilu 2024 (belum sempat dilantik, mengundurkan diri sebagai caleg terpilih karena daftar sebagai kandidat Pilgub 2024) ini juga mengutarakan sambung rasa atas pidato Ary sebelumnya.

Jihan menyebut fakta kesenjangan keterampilan lulusan pendidikan dan kebutuhan dunia industri, perlu sedapat mungkin dijembatani agar lulusan sekolah pun pencari kerja (pencaker) memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan perusahaan dan DUDIKA.

"Karena itu kami dorong APINDO Lampung bisa perkuat kerja sama misal dengan sekolah dan balai latihan kerja, termasuk dengan buka peluang magang di perusahaan anggota APINDO. Melalui langkah ini, calon tenaga kerja diharapkan tak hanya memiliki ijazah, tapi juga pengalaman dan keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja,” pintanya berpesan.

Masih ada lagi, selain itu —selain upaya memperluas akses pekerjaan, Jihan juga menekankan pentingnya keterlibatan pengusaha besar dalam mendorong sektor UMKM agar mampu berkembang sekaligus bersaing, berdaya saing.

"Kami berharap, APINDO dapat menjadi wadah kolaborasi strategis yang mempertemukan pelaku industri dengan para pengusaha kecil sehingga UMKM memperoleh akses terhadap pembinaan, kemitraan, serta peluang pasar lebih luas. Dengan demikian, UMKM tidak berjalan sendiri dalam menghadapi persaingan usaha, akan tetapi dapat tumbuh bersama melalui dukungan ekosistem bisnis yang kuat,” wanti ia kemudian.

Tak lupa, Jihan turut mewantikan pointers melekat bernama Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL, dulu CSR) perusahaan. Jihan mengingatkan, pertumbuhan industri harus berjalan seiring tanggung jawab terhadap lingkungan. Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, tandas ia, perlu menjadi perhatian bersama agar kemajuan usaha tak abai terhadap kebutuhan kelestarian lingkungan.

Tak lupa pula, Jihan jua mewantikan arti penting penguatan ekosistem pengusaha perempuan setempat. Ia tak ragu mendorong agar semakin banyak kaum perempuan sini memperoleh kesempatan mengembangkan usaha, perluas jaringan bisnis, mencapai kemandirian ekonomi.

Taklimat media ketua pelaksana, Putri Nilam Suri Djausal H-1 konsolidasi menyebut agenda tersebut, agenda perkuatan.

"Acara ini kami selenggarakan dalam rangka memperkuat solidaritas organisasi, dan juga konsolidasi kepengurusan baru yang sebagian wajah lama, sebagian wajah baru," betik Nilam, didampingi sekretaris pelaksana Andri Meyrdhian Syarief, koordinator acara Muhammad Farras H Mananda, dan koordinator publikasi dokumentasi Muzzamil.

"Sehingga melalui perkenalan personil Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, dan pengurus harian DPP serta DPK APINDO se-Lampung, selain dapat saling mengakrabkan diri satu sama lain, juga untuk menyelaraskan visi misi serta penyatuan persepsi agar dalam penyusunan program kerja dapat lebih semakin terarah terpadu," tutur Nilam.

Ary mengungkap rasionalisasi diksi "penegasan komitmen" digunakan. Dia beralasan, dirinya selaku ketua formatur penyusunan pengurusan baru, sudah harus dan telah bekerja per 22 Juni lalu dengan didalamnya jaga marwah asosiasi.

"Penegasan komitmen ini kami nilai perlu agar marwah APINDO sebagai asosiasi profesi perekonomian nasional multisektor tertua terbesar di Indonesia yang bervisi misi luhur, besar dibesarkan dan teguh membela kepentingan anggotanya ini tetap terus senantiasa terjaga," lugas Ary.

Selain, lewat program kerja prioritas unggulan baik program nasional terutama yang kerangka programnya terus dukung pemajuan daerah via ragam inisiatif nasional termasuk Task Force Debottlenecking bantu atasi hambatan dunia usaha, pun program daerah APINDO Lampung 5 tahun kedepan.

Yang, akan semakin banyak bersentuhan dengan jejaring mitra strategis sejauh ini, maupun bakal mitra strategis kedepan. Melalui, kerja-kerja sinergi kolaborasi program maupun kelembagaan yang membutuhkan fokus kinerja lebih detail presisi akseleratif, konsentrasi sumber daya, serta kalkulasi target sasaran program optimum.

"Terutama Pemerintah Provinsi Lampung," ujar Ary, menyebut kata hilirisasi khususnya fokus hilirisasi pertanian, serta tak menutup pintu lain sinergi kolaborasi strategis dalam hilirisasi subsektor agraria potensial lainnya baik dari perkebunan, kehutanan, perikanan dan kelautan.

Untuk itu usai foto bersama, Jihan berpamitan tak lama usai berpidato, serta usai Made Dwiki dari tim kesekretariatan APINDO Lampung presentasikan gambaran umum deskripsi tugas, ampuan tugas fungsi pengurus bidang, serta tujuan berikut target indikator kinerja, Ary dibantu pewara Adi Susanto dan Novi Balga bergantian mempermaklumkan detail komposisi personil struktur pengurusan. Seratusan nama lebih. Sejumlah di antaranya turut beruntung dapat doorprize sediaan panitia hasil kontribusi para pengurus.

Ary selaku ketua tim formatur memastikan seluruh nama tercantum, sekuat mungkin sudah tidak bisa lagi "goyang". Tinggal lagi di-SK-kan DPN APINDO. Disusul pengukuhan, "Insyaallah November mendatang," pungkas dia mengunci keterangan 16 Oktober lalu itu.

Terpisah bersisian, November jua bulan babak pembahasan - penetapan Upah Minimum (UM) 2027. Baik Upah Minimum Provinsi/Sektoral Provinsi (UMP/UMSP) dan Upah Minimum Kabupaten Kota/Sektoral Kabupaten Kota (UMK/UMSK).

Yang berlatar sejarah era baru ketenagakerjaan RI, berdasar hukum penetapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan produk 6 Oktober lalu, amanat Putusan MK 168/2023: pembentuk UU segera bentuk UU ketenagakerjaan baru, pengaturan ketenagakerjaan dipisahkan atau dikeluarkan dari UU 6/2023 (Cipta Kerja), beri waktu 2 tahun bagi pembentuk UU memisahkan klaster ketenagakerjaan jadi UU tersendiri sejak putusan dibacakan 31 Oktober 2024. Tunai mandat oleh pemerintah dan DPR 6 Oktober lalu itu.

Plus, masih mengacu Peraturan Pemerintah (PP) 49/2025 tentang Pengupahan yang tetap menjadi rujukan formula perhitungan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. (Muzzamil)

Berita Terkini